Pemkot Tangsel Kecolongan, Masjid Al-I’tishom Digunakan Sholat Berjamaah

  • Whatsapp
Masjid Al-I'tishom Pemkot Tangsel ditutup.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Masjid I’stishom milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditutup untuk ibadah masyarakat umum. Penutupan tersebut dilakukan di semua akses pintu masuk dengan garis penghalang berwarna kuning-hitam.

Pantauan Redaksi24.com di sekitar masjid, penutupan dilakukan setelah adanya aktivitas shalat dzuhur berjamaah, Selasa (2/6/2020). Ketika shalat selesai, masjid kemudian ditutup.

Bacaan Lainnya

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menegaskan, pihaknya belum membuka masjid Al-I’tishom untuk digunakan ibadah secara umum. “Tadi mohon maaf, mungkin ada wartawan yang menyaksikan ada pemasangan garis kuning-hitam. Jika ada yang bertanya sudah dibuka, jawabnya belum,” katanya dalam konferensi pers bersama wartawan di lobby Pemkot Tangsel, Selasa (2/6/2020).

Airin menjelaskan, garis kuning-hitam tetsebut dipasang lantaran adanya aktivitas shalat dzuhur berjamaah oleh pegawai Pemkot Tangsel dan para pengendara yang melintas.

“Jadi setelah cek dan klarifikasi tadi, ada standar operasional prosedur (SOP) yang akan nanti dijelaskan dan akan didiskusikan. Saya melihat sendiri, ada pengendara yang mampir dan ikut shalat berjamaah. Saya tegaskan, bukan penutupan tapi pembatasan ibadah di tempat ibadah,” jelas Airin.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Kesra Pemkot Tangsel, Heli Slamet mengaku kecolongan adanya aktivitas shalat dzuhur berjamaah tersebut.

“Bisa dibilang memang kita kecolongan. Tetapi, kita tetap mengacu pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bahwa shalat dilakukan di rumah masing-masing. Tetapi, karena saat dzuhur ada pengurus masjid, mungkin awalnya hanya mereka tetapi kemudian banyak pengendara yang mampir dan shalat,” ungkapnya.

Setelah banyak pengendara yang singgah untuk shalat, pihaknya beserta pengurus masjid kemudian memasang garis penghalang untuk membatasi pengendara yang singgah.

“Gerbang sudah kami instruksikan ditutup, karena lokasi masjid ada di pinggir jalan dan jadi persinggahan. Jadi ditutup dulu sampai ada rekomendasi dari gugus tugas covid-19 kecamatan untuk membuka kembali masjid untuk umum,” pungkasnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.