Pemkot Tangsel Alihkan Pembuangan Sampah 400 Ton dari TPA Cipeucang Ke Jatiwaringin

  • Whatsapp
Pemkot Tangsel
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COMPemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berencana akan mengalihkan pembuangan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ke TPA Jatiwaringin milik Kabupaten Tangerang.

Rencana tersebut diungkapkan oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Ia mengatakan, rencana tersebut sudah didiskusikan oleh dua pimpinan daerah Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dengan Bupati Kabupaten Tangerang A Zaki Iskandar.

Bacaan Lainnya

“Iya memang betul. Sudah dibicarakan ibu Walikota kepada Bupati dan antar kepala Dinas Lingkungan Hidup juga sudah membicarakan soal teknis terkait pembuangan sampah ke TPA Jatiwaringin karena TPA Cipeucang sedang perbaikan,” katanya melalui telepon, Kamis (11/6/2020).

Benyamin menerangkan, rencana tersebut belum berjalan lantaran menunggu persetujuan dari Kabupaten Tangerang. “Kita nunggu dari kabupaten kapan bisanya. Berharap bisa secepatnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Benyamin menuturkan, jika rencana tersebut disetujui, pihaknya akan membuang sampah ke TPA Jatiwaringin mencapai 400 ton perhari. “Ke depan, diharapkan bisa buang sampah ke Jatiwaringin. Diperkirakan sampai enam bulan atau satu tahun sampai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) selesai,” tutur Benyamin.

Sedangkan untuk saat ini, sampah di Kota Tangsel sementara masih dibuang ke TPA Cipeucang dengan tonase sampah yang dikurangi. “Masih dibuang ke Cipeucang, tapi tonasenya dikurangi. Biasanya 400 ton perhari, sekarang cuma 300-400 ton,” pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengaku, saat ini pihaknya sedang membahas rencana tersebut.

“Saat ini kita masih bahas untuk perubahan Peraturan Bupati nomor 1 tahun 2016 atas Perubahan Tarif Retribusi Daerah pada Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum,” katanya saat ditemui di pendopo Tangerang, di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Kamis (11/6/2020).

Taufik menerangkan, pertimbangan yang sedang dibahas juga soal daya tampung dan kesiapan untuk mengolah sampah tambahan. “Kita sedang kaji semuanya, jangan sampai niatnya membantu malah jadi malapetaka bagi Kabupaten Tangerang,” terangnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.