Pemkot Tangerang Tahun 2021 Ini Akan Laksanakan 250 Bedah rumah

  • Whatsapp
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah (kiri) bersama Wakilnya Sachrudin (kanan) saat peletakkan batu pertama bedah rumah warga di Batuceper.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Sedikitnya 250 rumah warga kota Tangerang akan direnovasi Pemerintah melalui program bedah rumah di tahun 2021.

Progam bedah rumah tersebut kembali digulirkan Pemerintah Kota Tangerang dengan tujuan supaya  tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tempat kumuh atau tidak layak huni.

Bacaan Lainnya

Tercatat, sepanjang tahun 2014 hingga 2020 sudah 6.682 rumah tak layak huni yang telah direnovasi oleh pemerintah.

Bahkan baru-baru ini, pemerintah Kota Tangerang telah membedah satu rumah warga di Jalan Kyai Haji Maulanan Hasanudin, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah bersama dengan Wakilnya, Sachrudin dan Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman.

“Ke depannya, pemerintah akan terus melakukan pemetaan ulang, sehingga semua masyarakat dapat menempati rumah layak huni,” ujar Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah seusah meresmikan program Bedah Rumah tahun anggaran 2021, Kamis (11/2/2021)lalu.

“Pemkot akan upayakan semaksimal mungkin untuk bantu masyarakat Kota Tangerang agar bisa hidup lebih baik,”sambungnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tangerang, Tatang Sutisna menerangkan, setiap rumah yang dibedah mendapatkan bantuan dana sebesar 20 juta yang dialokasikan untuk biaya pekerja dan bahan bangunan yang dibutuhkan.

Estimasi pengerjaan, lanjut Tatang disesuaikan dengan kondisi rumah yang akan dibedah. “Pokoknya kami lakukan perbaikan hingga rumah tersebut layak huni, dari segi atap dan lantai. Semoga pengerjaannya dapat berjalan lancar karena melibatkan masyarakat sekitar juga,” ujarnya.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang yang telah merealisasikan mimpi saya untuk bisa memperbaiki rumah. Beginilah kondisi rumah saya yang sudah tidak layak, sering kehujanan hingga air masuk ke dalam rumah,” timpal Lina Apriyant, pemilik rumah yang berprofesi sebagai kuli cuci pakaian. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.