Pemkot Tangerang Nilai Penyebab Banjir di Benda Karena Pembangunan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran

oleh -
Pembangunan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran
Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin (tengah).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM — Pemkot Tangerang menggelar Rapat Koordinasi masalah Banjir yang diakibatkan dari dampak Pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran di Aula Kantor Kecamatan Benda, Rabu (12/02/2020).

Rakor yang dihadiri oleh seluruh lurah se-Kecamatan Benda, PT. Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), Dinas PUPR dan Bappeda Kota Tangerang tersebut, membahas persoalan terkait sejumlah dampak pembangunan jalan tol yang salah satunya mengakibatkan banjir di beberapa titik wilayah Benda.

Sachrudin menjelaskan dampak dari pembangunan jalan tol memang mengakibatkan saluran di lingkungan-lingkungan warga menjadi tersumbat sehingga beberapa wilayah di Benda tergenang banjir, seperti di RW 01, 03, 04, dan 08.

“Inilah yang menyebabkan lingkungan-lingkungan disekitar jalan tol menjadi tersumbat karena tertutup dan terhalang sisa-sisa proyek sehingga air tidak bisa mengalir,” ucap Wakil.

Oleh karenanya, Pemkot meminta pihak pengembang Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dalam hal ini PT. Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), untuk melakukan perbaikan. “Saluran-saluran yang kemarin tersumbat selama konstruksi akan disodetkan sementara hingga saluran permanen dibuat,” jelas Wakil.

Warga juga meminta pihak JKC mengganti lampu penerangan jalan yang terpaksa diputus oleh pengembang karena dinilai menghalangi jalannya proyek. Selain itu, masyarakat Benda juga meminta Jalan Gelora dibuatkan box culvert agar warga tetap bisa hilir mudik menjalankan aktivitasnya. Sebab Jalan Gelora menjadi akses menuju sekolah, masjid, pesantren dan di lintasi tiga kelurahan yaitu Belendung, Jurumudi dan Pajang.

BACA JUGA:

Gubernur Dorong Percepatan 13 Proyek Nasional di Banten

Sementara itu, Direktur Utama PT. Jasamarga Kunciran Cengkareng, Agus Suharjanto, berjanji pihaknya siap untuk menyelesaikan hal-hal yang dirasa menimbulkan permasalahan di masyarakat yang tinggal di sekitar proyek.”Demi kebaikan masyarakat dan suksesnya pembangunan nasional,” ucap Agus.

Dirinya mengaku, JKC akan terbuka dengan Pemkot untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam proses pembangunan dan segera menindaklanjutinya.”Kami siap untuk berkoordinasi dengan Pemkot untuk mencari solusi terbaik, semua sudah ditampung segera kita cek dan tindaklanjuti,” katanya.(Agus/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.