Pemkot Tangerang kaji KBM Tatap Muka Untuk Keselamatan Siswa di Sekolah

  • Whatsapp
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Kesehatan anak didik atau siswa di sekolah harus diutamakan. Karenanya, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di masa pandemi Covid-19 yang akan diberlakukan pada Januari 2021 mendatang, Pemda Kota (Pemkot) Tangerang terlebih dahulu melakukan kajian.

” Saat ini kami masih melakukan kajian, karena keamanan di tengah pandemi Covid-19 merupakan yang nomor satu. Jangan sampai terjadi klaster baru dan anak-anak kita yang jadi korbannya,” Kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah melalui keterangan suara yang diterima Redaksi24.com, Kamis (26/11/2020)

Bacaan Lainnya

Wali Kota Tangerang dua Periode itu juga menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan beberapa alternatif dalam melaksanakan KBM tatap muka tersebut. Seperti menentukan pembagian waktu KBM masuk pagi dan sore atau bergantian setiap pekannya.

Selain itu apakah anak didik harus dilakukan rapid tes atau tidak.” Inilah yang sedang kita kaji. Mengingat sekarang ini tes Covid-19 sudah banyak, seperti tes rapid, antingen dan Swab PCR,” kata Wali kota sembari menambahkan anak didik di Kota Tangerang jumlahnya mencapai 200 ribu siswa.

BACA JUGA: Generasi Cerdas Dan Berakhlak Adalah Pilar Kota Tangerang

Setelah diKaji, katanya, kebijakan-kebijakan KBM tetap muka, akan dirumuskan bersama dengan pihak komite sekolah. Setelah itu, tambah Wali Kota, akan ditawarkan  kepada orang tua siswa, apakah mereka  mengizinkan anak-anaknya mengikuti KBM tatap muka.

” Yang jelas dalam penawaran ini tidak ada paksaan, Bagi  yang mau anaknya sekolah tatap muka silahkan, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Wali Kota Tangerang.

Kajian KBM tatap muka dilakukan oleh Pemkot Tangerang setelah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) bersama dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) menyatakan sekolah tatap muka di seluruh Indonesia akan dilakukan  mulai Januari 2021.

Namun demikian, Kebijakan pembelajaran tatap muka tersebut  menjadi kewenangan pemerintah daerah, tergantung dari kesiapan mereka masing-masing. Dan para orang tua siswa juga dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan masuk sekolah atau tidak.(Adv)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.