Pemkot Serang Refocusing Anggaran Rp111 Miliar untuk Penanganan Covid-19

oleh -
Wali Kota Serang, Banten, Syafrudin.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten melakukan refocusing anggaran sebesar Rp111 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19. Anggaran  hasil refocusing itu nantinya diprioritaskan pada kesehatan, bantuan sosial dan termasuk pemulian ekonomi.

“Sehubungan dengan Covid-19 anggaran kami terefocusing untuk penanganan kesehatan, maupun bantuan sosial atau juga bantuan untuk UMKM dan pemulihan ekonomi,” kata Wali Kota Serang, Syafrudin usai menghadiri forum konsultasi publik rancangan awal perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang di Serang, Rabu (2/12/2020).

Ia mengatakan, dari anggaran tersebut juga direncanakan untuk mencegah dan penanganan dampak sosial yang terjadi karena imbas dari pandemi Covid-19.

“Tentunya ini dalam hal pemulihan ekonomi, karena selama ini kami sangat terdampak pandemi ini,” katanya.

BACA JUGA: Waspada, Covid-19 Mewabah di 27 Kecamatan Kabupaten Serang

Kemudian, pihaknya juga membuka ruang publik terkait RPJMD yang bertujuan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat.

“Kami juga membuka ruang publik yang maksudnya menampung aspirasi dari semua pihak dari akademisi, dari pemerintah Provinsi, Pusat kemudian dari masyarakat yang intinya kami bekerja ini apabila keluar dari RPJMD,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin menambahkan, diadakannya evaluasi 2 tahunan terkait perda nomor 3 tahun 2019 tentang RPJMD.

“Jadi alasannya karena ada Covid-19 ada perubahan juga. RTRW yang kami miliki juga. Ada perubahan juga RPJMN,” katanya.

Karena itu, pihaknya harus menyesuaikan dengan perubahan-perubahan itu. Maka diadakan aspirasi publik, sehingga nantinya di dalam RPJMD ini dapat disempurnakan lagi.

“Sehingga kami harus menyesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut, ini kan konsultasi publik menerima masukan dari masyarakat, akademisi, sehingga nanti dengan RPJMD yang kami miliki nanti 2 tahun dilihat, lalu disempurnakan kembali,” katanya.(ANT/DIFA)