Pemkot Serang Janji Buat Perwal Penguatan Budaya

oleh -
budaya kota serang
FKIP BEM Untirta menggelar diskusi dengan Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – BEM FKIP Universitas Tirtayasa (Untirta) menyoroti kebudayaan Kota Serang yang dinilai masih rendah. Karena itu harus diperkuat dalam kurikulum pendidikan. Terlebih visi misi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Syafrudin-Subadri salah satunya mengusung Kota yang Berdaya dan Berbudaya.

Ketua BEM FKIP Untirta, Ahmad Fauzan mengatakan, identitas kebudayaan di Kota Serang sangat miris. Kondisi itu, kata dia, bisa terlihat saat orang luar datang ke Kota Serang, ketika menanyakan apa kebudayaan khas Kota Serang, itu belum bisa terjawab. Karena memang Kota Serang tidak punya ciri khas dalam bidang seni dan budaya.

“Jujur saja kalau ada mahasiswa daerah lain datang, yang ditanyakan adalah identitas kebudayaan dalam pendidikan Kota Serang itu apa. Dan saya sendiri agak sulit untuk menjawabnya,” katanya saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Serang, Subdari Ushuludin di kantornya, Kota Serang, Jum’at (29/11/2019).

BACA JUGA:

. Kawasan Religi Syekh Nawawi Tanara Serang Mulai Ditata

. Gusdurian Serang Ajak Semua Pihak Utamakan Perdamaian

. Angkat Budaya Baduy, Film Ambu Raih 2 Penghargaan FFB 2019

Sedangkan Kota Serang, imbuh Fauzan, sebenarnya banyak memiliki icon kebudyaan bila digali, tarutama dimasukan dalam kurikulum pendidikan untuk muatan lokal. “Seperti Ubrug, drama lawak yang mengunakan bahasa Bebasan, kalau di Jawa seperti Ketoprak. Ini kalau dijadikan muatan lokal bisa menarik wisatawan lokal, bahkan mancanegara,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin mengaku sepakat dengan apa yang diusulkan BEM FKIP Untirta tersebut. Sebab mengenai kebudayaan suatu hal yang diprioritaskan Pemkot Serang.

“Penguatan kebudayaan menjadi salah satu prioritas Pemkot Serang,” ungkapnya.

Subadri melanjutkan, Pemkot Serang saat ini tengah merencanakan untuk membuat peraturan wali kota (Perwal) mengenai bahasa Bebasan. Rencana itu, kata dia, merupakam komitmen Kota Serang.

“Nanti akan diatur dalam Perwal, misalkan ada yang namanya Rabu Nyunda, mungkin nanti di Kota Serang ada Selasa Bebasan, atau hari apa pun itu,” sambungnya.

Pemkot Serang juga dalam penguatan budaya, menurut Subadri, dibantu kelompok masyarakat Komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS). “Mereka sering menampilkan, budaya bahasa, makanan tradisional khas Kota Serang,” jelasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.