Pemkot Cilegon Siapkan Rp48 Miliar Untuk Proyek Jalan Lintas Utara

  • Whatsapp
JLU Cilegon
Pemkot Cilegon tahun ini melanjutkan proyek Jalan Lingkar Utara (JLU) di Kecamatan Purwakarta.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tahun ini mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan jalan lingkar utara (JLU) sebesar Rp48 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebesar Rp32 Miliar dan sisanya APBD Kota Cilegon sebesar Rp16 Miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, Andi Badru Jaman mengatakan, anggaran tersebut guna pembangunan badan jalan lanjutan di titik yang ada di Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol. Selain itu, penyelesaian apraisal sekitar 200 peta bidang lahan warga yang akan diselesaikan pada tahun 2020.

Bacaan Lainnya

“Aggaran itu nantinya juga untuk pembebasan lahan yang memang belum dibebaskan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/3/2020).

Ia juga mengatakan, khusus untuk pembebasan lahan akan dituntaskan tahun ini. Sehingga, jika nanti ada masyarakat yang menolak atau tidak setuju dengan apraisal yang sudah dilakukan, maka akan diselesaikan di pengadilan.

“Pokoknya tahun ini pembebasan lahan harus sudah selesai. Semua ini dilakukan supaya tahun berikutnya tinggal pengerjaannya saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPUTR Kota Cilegon, Ridwan mengatakan, pihaknya baru mengusulkan lelang Manajemen Kontruksi (MK) untuk kegiatan pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU). Menurut dia, pihaknya tetap berusaha melaksanakan seluruh program kegiatan dengan tepat waktu.

“Sekarang ada staf yang kerja dari rumah, ada juga yang dari kantor. Jadi kami upayakan agar kegiatan kami tetap sesuai jadwal,” jelasnya.

Selain itu, menurut Ridwan, adanya wabah covid-19 membuat pihaknya akan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus pekerja di lapangan. Hal ini dilakukan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan pekerja lapangan.

“Penyelesaian lahan akan menggunakan anggaran sebesar Rp67 Miliar. Sementara itu, untuk pembangunan badan jalan dianggarkan sebesar Rp16 miliar dan disokong Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, dari 200 peta bidang yang akan diaparaisal dan dibayar tahun ini, masih ada lahan warga pada tahun lalu yang belum diselesaikan. Data DPUTR menyebutkan, dari 320 peta bidang, 87 bidang lahan diantaranya diaparaisal ulang.

“Dari jumlah itu, 53 bidang lahan sudah dibayar dan sisanya yang belum dibayar akan direalisasi tahun ini,” tuturnya.

BACA JUGA:

. Pasar, Terminal dan Pelabuhan di Kota Cilegon Disemprot Disinfektan

. Basmi Covid-19, Warga Cilegon Ramai-Ramai Semprot Disinfektan

. Wali Kota Cilegon Tak Setuju Karantina Wilayah

Sementara itu, lanjutnya, mengenai pembangunan badan atau fisik jalan sekitar 1,6 kilometer sudah dilakukan di 3 kelurahan. Panjang badan jalan di Kelurahan Purwakarta dibangun sekitar kurang lebih 500 meter dengan anggaran Rp7 miliar, untuk di Kelurahan Grogol sekitar 600 meter dengan anggaran Rp8 miliar, sementara di kelurahan Gerem, badan jalan dibangun sekitar 400 meter lebih dengan nilai Rp11 miliar.

“Untuk pembebasan lahan lanjutan dari 528 peta bidang, sisanya ada 320 peta bidang. Itu kami lakukan aparaisal ulang, sekitar ada 87 bidang. Dari 87 bidang itu sudah kami lakukan pembayaran sekitar 52 bidang, sisanya kurang lebih 30 bidang lagi kami akan tindaklanjuti tahun ini,” tambahnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.