Pemkot Bogor Kekurangan Tenaga Kesehatan Untuk Pasien COVID-19

oleh -
Rumah Sakit Perluasan RSUD Kota Bogor yang sebelumnya disebut Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor.

BOGOR, REDAKSI24.COM– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kekurangan tenaga kesehatan  untuk menangani pasien positif COVID-19 yang jumlahnya terus meningkat, baik yang di rawat di rumah sakit maupun pusat isolasi.

“Dalam kondisi darurat COVID-19 saat ini, Kota Bogor kekurangan tenaga kesehatan, sehingga membutuhkan tambahan,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, setelah meninjau Rumah Sakit Perluasan RSUD Kota Bogor yang sebelumnya disebut Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor, dengan kapasitas 64 tempat tidur maupun Pusat Isolasi COVID-19 di Asrama A5 IPB, Kampus IPB Dramaga dengan kapasitas 184 tempat tidur, Senin (5/7/2021).

Menurut Dedie, pada penanganan pasien COVID-19 di Kota Bogor saat ini, kendala yang dihadapi kekurangan tenaga kesehatan, karena selain pasien positif COVID-19  terus meningkat, sebagian tenaga kesehatan juga terpapar COVID-19.

“Ini menjadi tantangan bagi kami Pemerintah Kota Bogor,” tegas dia.

BACA JUGA: Akses Keluar dan Masuk Puncak Bogor Kembali Diperketat

Dedie juga menjelaskan, saat ini Pemkot telah memperbanyak ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 dengan mengaktivasi Asrama A5 IPB serta mengoperasikan kembali Rumah Sakit Lapangan yang saat ini diberi nama Rumah Sakit Perluasan RSUD. Pada dua tempat itu ada 248 tempat tidur.

“Setelah ketersediaan tempat tidurnya bertambah, kendalanya saat ini adalah tenaga kesehatannya yang kurang,” katanya lagi.

Menurut Dedie, Pemkot Bogor saat ini sedang membuka lowongan penerimaan tenaga kesehatan, untuk mengisi kekurangan tenaga kesehatan di rumah sakit dan di pusat isolasi.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Minggu (27/6) mengatakan, penanganan pasien COVID-19 di Kota Bogor menjadi kurang optimal karena dari 11.214 tenaga kesehatan di Kota Bogor, 336 diantaranya (29,96 persen) terpapar COVID-19.

“Saat ini ada 336 orang tenaga kesehatan di Kota Bogor terpapar COVID-19 dan masih sakit, sedangkan peningkatan kasus COVID-19 di Kota Bogor pekan ini mencapai 78 persen,” kata Bima Arya. (Riza/Ant/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.