Pemkab Tangerang Siapkan Rp21 Miliar untuk Proyek Infrastruktur

oleh -
proyek kegiatan pembangunan infrastruktur dinas bina marga sumber daya air pemkab tangerang banten slamet budhi mulyanto
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Banten, Selamet Budhi Mulyanto kepada wartawan Selasa (15/6/2021) mengatakan, anggaran sebesar itu rencananya akan digunakan untuk 20 proyek pembangunan infrastruktur, terutama jalan raya.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp21 Miliar. Anggaran sebesar itu dikelola Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) untuk proyek pembangunan infrastruktur tahun 2021.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Selamet Budhi Mulyanto kepada wartawan Selasa (15/6/2021) mengatakan, anggaran sebesar itu rencananya akan digunakan untuk 20 proyek pembangunan infrastruktur, terutama jalan raya.

“Ada juga 20 kegiatan untuk pembangunan SDA (sumber daya air),” imbuhnya.

Ia menjelaskan, dari sebanyak 40 kegiatan rancangan pembangunan tersebut, DBMSDA Kabupaten Tangerang akan memprioritaskan penyelesaian infrastuktur dengan pelebaran dan betonisasi di beberapa ruas jalan.

Diantaranya seperti proyek Jalan Raya Karawaci-Legok, Jatimulya-Dadap dan penyelesaian ruas Jalan Pos Gudang. Dengan ukuran atau jarak pembangunan jalan sekitar 300 meter sampai 600 meter.

BACA JUGA: Hotel Yasmine di Kabupaten Tangerang Terisi Penuh Pasien COVID-19

Ia menuturkan, peningkatan sejumlah ruas jalan ini tentunya bersumber dari dana insentif daerah (DID) yang masing-masing nilai anggaran pembangunannya berbeda. Paling besar dalam pembangunan jalan nilainya Rp6 miliar dengan satu titik, ada juga yang anggarannya Rp1,2 miliar.

“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya anggaran total anggaran Rp21 miliar itu sangat kecil,” ujarnya.

Selain itu, pada 40 kegiatan pembangunan infrastruktur tersebut, di dalamnya juga ada rancangan pembangunan sumber daya alam seperti pertanian hingga pembangunan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan.

“Pada tahun 2021 kami juga laksanakan pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan. Seperti pembangunan puskesmas atau penambahan ruangan kelas,” paparnya.

Sementara, lanjut dia, untuk hambatan dalam proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang, selain kondisi pandemi COVID-19 juga kesulitan dalam pembebasan lahan.

“Seperti contoh pembebasan lahan 3 meter ke kiri dan 3 meter ke kanan, itu diperlukan anggaran sebesar Rp500 miliar. Makanya kembali tertunda, mudah-mudahan tahun 2022 bisa maksimal,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya peningkatan pembangunan ruas jalan ini dapat memudahkan jalannya perputaran roda perekonomian masyarakat sekitar, karena dengan akses jalan yang bagus maka kegiatan perdagangan bisa berjalan lancar.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.