Pemkab Tangerang Rekrut Relawan Percepatan Penanganan COVID-19

oleh -
relawan covid-19 penanganan covid-19 pemkab tangerang dinkes kabupaten tangerang sekda kabupaten tangerang rumah singgah pasien sembuh
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid, Rabu (7/7/2021) mengatakan, dalam perekrutan untuk tenaga medis akan melibatkan para mahasiswa dan alumni kedokteran serta calon pegawai negeri sipil (CPNS).

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) saat ini tengah membuka rekrutmen relawan tenaga medis untuk diperbantukan dalam upaya percepatan penanganan COVID-19.

“Rekrutmen melibatkan semua universitas jurusan kedokteran di Kabupaten Tangerang, mengajak mahasiswa dan alumni bisa membantu untuk menjadi relawan penanganan COVID-19,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid di Tangerang, Rabu (7/7/2021).

Ia mengatakan, dalam perekrutan untuk tenaga medis akan melibatkan para mahasiswa dan alumni kedokteran serta calon pegawai negeri sipil (CPNS). Selain itu, Pemkab Tangerang melakukan komunikasi dengan perguruan tinggi yang ada di daerahnya.

“Pada pelaksanaan vaksinasi, kami juga sudah lakukan komunikasi untuk perbantuan tenaga kesehatan, seperti dari Universitas Atmajaya, lalu dari UPH yang memiliki sertifikasi, sudah kami rekrut,” katanya.

BACA JUGA: Alhamdulillah, 90 Persen Pasien COVID-19 di Kabupaten Tangerang Sembuh

Ia menjelaskan, selain melakukan perekrutan dari kelompok mahasiswa, pihaknya juga ikut melibatkan kelompok dari para CPNS dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam jangka panjang.

“Disamping itu Pemkab Tangerang juga sedang membuka formasi yang diberikan Pemerintah Pusat terkait dengan tenaga kesehatan yang akan dijadikan sebagai CPNS dan CPPPK. Hal ini dapat membantu pemulihan COVID-19 di Kabupaten Tangerang dalam jangka panjang,” katanya.

Berdasarkan informasi Gugus Tugas Percepatan Penyembuhan COVID-19 Kabupaten Tangerang menunjukkan angka kesembuhan terus meningkat, baik pasien di rumah sakit (RS), rumah singgah, atau yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sementara persentase kesembuhan mencapai 100 persen bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah singgah COVID-19 dan kembali dalam keadaan sehat, termasuk kluster keluarga yang sempat menjalani isolasi penyembuhan di rumah singgah.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.