Pemkab Tangerang Evaluasi Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112

oleh -
Pemkab Tangerang Evaluasi Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 diskominfo kementerian kominfo kabupaten tangerang
Evaluasi yang didampingi pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI itu, merupakan lanjutan terkait pemetaan atau mapping dan ujicoba (test call) NTPD 112 di Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM  – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang, Banten, menggelar evaluasi layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.

Evaluasi yang didampingi pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI itu, merupakan lanjutan terkait pemetaan atau mapping dan ujicoba (test call) NTPD 112 di Kabupaten Tangerang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wareng Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Kamis (19/8/2021) tersebut, juga dihadiri tim operator telekomunikasi dari beberapa provider dan juga penyedia jasa, yakni PT Jasnita dan PT Informedia.

Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Tini Wartini menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti kesalahan mapping pada layanan NTPD 112.

“Adanya kendala-kendala yang cukup berpengaruh pada layanan NTPD 112, salah satunya jaringan yang harusnya ke Call Center 112 Kabupaten Tangerang tetapi malah menyambungkan ke Call Center 112 pada wilayah lain,” ujarnya.

BACA JUGA: Setelah 5 Tahun, Pemkab Tangerang Siap Closing Program IUWASH Plus

Diskominfo Kabupaten Tangerang bersama Kemenkominfo melakukan pengecekkan serta ujicoba layanan NTPD 112 apakah masih diterima wilayah lain atau tidak. Pengecekkan dilakukan pada 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Jayanti, Kecamatan Balaraja, Kecamatan Cikupa dan juga Kecamatan Sindang Jaya.

Ia juga menungkapkan sempat terjadi atau masih adanya kendala pada saat ujicoba di lapangan, namun beberapa saat kemudian layanan tersebut sudah diterima kembali oleh Call Center 112 Kabupaten Tangerang.

“Setelah dicek secara langsung, memang tidak ada kendala lagi sehingga masyarakat Kabupaten Tangerang dapat menyampaikan aduannya atau kebutuhannya yang harus segera ditangani Pemerintah Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Tini menyebut, masyarakat cukup antusias menggunakan layanan tersebut, sehingga banyak aduan-aduan yang masuk, terlebih selama masa pandemi saat ini.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Kominfo RI, Trisna Daryanti mengatakan, kendala tersebut bukanlah berasal dari jaringan seluler tetapi dari perangkat yang digunakan.

“Hasil evaluasi setelah diuji dengan seluler, bukan berasal dari jaringan selulernya tapi dari masing-masing perangkat yang dimiliki masyarakat, seperti produk China yang di produksi di luar negeri yang tidak ter-setting layanan 112, namun bagi produk China yang diproduksi di dalam negeri sudah ter-setting layanan 112,” jelasnya.

Kedepannya, kata dia, Kabupaten Tangerang juga akan dibantu oleh tim penyedia jasa yakni PT Jasnita yang akan selalu memonitor dan melakukan pembinaan bila terjadi kendala-kendala. Dari jaringan telekomunikasi, beberapa provider yang ikut dalam kegiatan ini juga akan terus mendampingi dan membantu.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.