Pemkab Tangerang Dinilai Melegalkan Pencemaran Lingkungan

oleh -
Pemkab Tangerang Dinilai Melegalkan Pencemaran Lingkungan pabrik plafon warga pakuhaji
Abu mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) itu, juga terus menghujani warga yang tinggal di sekitar pabrik.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Miris, pencemaran udara akibat aktivitas produksi pabrik plafon di Kampung Kamal RT 04 RW 05 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, masih terus berlangsung.

Abu mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) itu, juga terus menghujani warga yang tinggal di sekitar pabrik. Sampai saat ini belum ada solusi maupun kompensasi bagi warga terdampak debu yang mengandung resin tersebut.

Siti Rahwati, warga setempat mengaku, pernafasannya terganggu akibat debu pabrik plafon milik PT Adi Jaya Makmur Sejahtera yang memenuhi rumahnya. Debu putih tersebut, kata dia, juga menimbulkan iritasi pada kulit.

“Kena kulit bisa gatal-gatal, pakaian yang dijemur juga tercemar debu, baju jadi pada kaku,” ungkap Siti Rahwati saat ditemui di kediamannya, Rabu (24/11/2021).

BACA JUGA: Polusi Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Terus Berlanjut, Warga Tuntut Kompensasi

Senada juga dirasakan Maymunah, seorang nenek berusia 80 yang tinggal sendiri dalam gubuk tak layak huni berukuran 3 x 6 meter persegi dengan dinding terbuat dari bilik bambu dan berdekatan langsung dengan tembok pabrik plafon itu, mengaku ikut merasakan dampak hujan debu.

“Kalau bising mah sudah pasti, debu juga masuk ke dalam rumah,” ungkap Maymunah di kediamannya yang mengaku tanah di atas bangunan reyot itu miliknya.

Ditanya lebih jauh, nenek 80 tahun ini juga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari pengusaha maupun pemerintah, terlebih bantuan langsung tunai (BLT) dampak COVID-19.

“Nggak pernah dapat bantuan apa-apa dari pemerintah,” ucapnya sambil memperlihatkan bukti identitas diri atau KTP miliknya.

Sementara itu, sejumlah wartawan yang hendak mengkonfirmasi, pihak perusahaan terkesan tertutup. “Bos belum bisa ditemui,” ungkap Jamal beserta security lainnya yang tengah berjaga di pabrik plafon tersebut.

BACA JUGA: Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Bikin Warga Sesak Nafas

Direktur Eksekutif LSM BP2A2N, Ahmad Suhud mengaku miris melihat kondisi yang dialami warga sekitar pabrik plafon. Dia mempertanyakan kinerja Pemkab Tangerang yang terkesan tak berdaya menghadapi pengusaha bandel.

“Pabrik plafon PT Adi Jaya Makmur Sejahtera yang sudah jelas belum mengantongi izin, bahkan memberikan kejahatan lingkungan yaitu polusi udara kepada warga, mengapa dibiarkan tetap beroperasi?” tanya Suhud.

Kondisi itu, kata dia, sama saja Pemkab Tangerang telah melegalkan adanya pencemaran lingkungan. Dia meminta Bupati Tangerang untuk menindak tegas pejabatnya yang telah membiarkan pabrik ilegal tersebut beroperasi.

“Copot saja pejabat yang nggak bisa kerja karena membiarkan adanya pelanggaran dari perusahaan nakal, atau mungkin ada upeti yang masuk,” sindirnya.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.