Pemkab Pandeglang Targetkan New Normal Bisa Dimulai Juli

  • Whatsapp
new normal pandeglang
ilustrasi penerapan new normal.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pemkab Pandeglang menargetkan penerapan New Normal atau tatanan baru pada masa pandemi covid-19 bisa dimulai pada bulan Juli 2020 nanti. Penerapan new normal harus dilakukan demi memyelamatkan prekonomian masyarakat.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, New Normal itu merupakan tatanan baru yang mau tidak mau harus dilakukan pada masa pandemi covid-19. Karena perekonomian masyarakat harus jalan, tetapi protokol kesehatan harus lebih diperketat lagi pada penerapan new normal.

Bacaan Lainnya

“Meski Pandeglang tidak termasuk pada new normal, namun kami harus siaga menjalani tatanan baru pada masa pandemi covid-19. Salah satunya, masyarakat harus patuh terhadap protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah,” ungkap Irna melalui sambungan telepon, Rabu (16/6/2020).

Menurutnya, dalam menghadapi tatanan baru pada masa pandemi covid-19 ini, Pemkab Pandeglang melalui semua instansi yang ada, tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bagaimana prilaku keseharian dalam menjalani tatanan baru tersebut.

Kata Irna, jika hal ini tidak dilakukan, bagaimana dengan prekonomian masyarakat, sementara pemerintah tidak mungkin terus menerus menurunkan bantuan, dengan kondisi anggaran yang saat ini semakin menyusut.

“Pada dasarnya ekonomi masyarakat harus diselamatkan pada masa seperti sekarang ini (pandemi covid-19). Solusinya yaitu menerapkan tatanan baru dengan memperketat protokol kesehatan,” katanya.

Apa saja yang harus dilakukan masyarakat dalam menjalani kehidupan tatanan baru tersebut, kata Irna, yaitu dengan meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mengenakan masker saat bepergian, biasakan mencuci tangan dengan sabun, hindari kerumunan.

“Saat ini kami terus mendorong kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Kami targetkan pada bulan Juli nanti, tatanan baru masa pandemi covid-19 mulai dijalankan,” ujarnya.

Irna menjelaskan, tatanan baru pada masa pandemi covid-19 adalah aktivitas masyarakat mulai dijalankan seperti biasa, namun harus mengikuti protokol kesehatan. Seperti di sektor pariwisata, pengelola wisata bisa membuka lagi objek wisatanya tapi harus menerapkan protokol kesehatan.

“Sekarang masyarakat dilatih dulu, jangan sampai New Normal dianggap kondisi sudah normal. Sebab itu, semua instansi dikerahkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Saat ditanya apakah ada kesulitan dalam melakukan persiapan untuk menghadapi New Normal. Mantan anggota DPR RI itu mengaku, kesulitan pasti ada, seperti membenahi aktivitas masyarakat di pasar. Sehingga pemerintah harus lebih fokus memberikan pemahaman dan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar.

“Yang lumayan susah itu di pasar. Karena selain harus menyediakan sarana cuci tangan dengan jumlah yang lumayan banyak, dan juga sosialisasinya harus lebih fokus,” ucapnya.

Ditambahkannya, sejauh ini kesadaran masyarakat Pandeglang, dalam menerapkan protokol kesehatan sudah mencapai 70 persen. Dia berharap terus tertib, sehingga perkembangan kasus covid-19 di Pandeglang terus menurun.

“Memang tidak ada sanksi bagi warga yang membandel dalam penerapan protokol kesehatan itu. Namun kami punyan kewajiban untuk terus mengingatkan masyarakat,” tambahnya.

Terpisah, Sekda Pandeglang, Fery Hasanudin menuturkan, sosialisasi penerapan protokol kesehatan dalam menghadapi New Normal terus dilakukan hingga tingkat RT. Karena New Normal adalah tatanan baru yang harus dijalankan pada masa pandemi covid-19.

“Apa yang harus diterapkan kepada masyarakat, yaitu masyarakat harus menggunakan masker, membuasakan cuci tangan menghindari kerumunan atau jaga jarak saat melakukan aktivitas,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.