Pemkab Pandeglang Pertimbangkan Tutup Akses Transportasi

  • Whatsapp
Dishub Pandeglang
Kepala Dishub Pandeglang, Tatang Mukhtasar.

PANDGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang, belum memberikan keputusan untuk menutup akses transportasi dalam pencegahan penyebaran covid-19. Sebab Dishub setempat masih mempertimbangkan kemungkinan tersebut.

Kepala Dishub Pandeglang, Tatang Mukhtasar mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Bupati Pandeglang untuk wacana penutupan akses transportasi umum. Namun wacana itu juga masih dalam pertimbangan, sebab masih banyak warga menggunakan transportasi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Masih kami diskusikan dengan bupati,” ungkapnya, Minggu (29/3/2020).

Dikatakannya, pihaknya hanya bertugas untuk menunjang OPD teknis yang paling fokus menangani Covid-19. Ia menyebutkan ada tiga titik yang dijadikan fokus pemeriksaan kedatangan warga dari luar daerah.

“Tugas kami hanya memberikan fasilitas kepada dinas kesehatan, di Pandeglang ada moda transportasi umum, dan setiap moda transportasi umum itu kami periksa, seperti di Terminal Kadu Banen, Terminal Carita, dan Jalan Raya Gayam Cadasari,” katanya.

BACA JUGA:

. PDIP Pandeglang Semprot Disinfektan ke Pemukiman Warga

. Bilik Disinfektan PDAM Tirta Berkah Pandeglang Dipasang di Pasar dan Masjid

. Terpukul Covid-19, Omzet Pedagang Sembako di Pandeglang Merosot

Lanjut Tatang, sejauh ini upaya pencegahan penyebaran covid-19, pihaknya melakukan pemeriksaan bagi warga dari luar kota yang pulang kampung melalui jalur transportasi. Dari hasil pemeriksaan dari setiap titik yang telah ditetapkan tersebut, pihaknya sudah mengantongi puluhan data hasil pemeriksaan penumpang atau yang datang dari luar Pandeglang.

“Seperti di Jalan Gayam terdapat ada 23 orang, Carita 6 orang, Kadu Banen 8 orang, itu sampai saat ini yang sudah kami periksa. Adapun untuk teknisnya diserahkan kepada Dinkes Pandeglang,” ujarnya.

Menurutnya, ketika dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan jika menemukan ada penumpang yang suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat, penumpang tersebut akan diarahkan ke pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas.

“Bila tidak datang ke Puskesmas, akan dijemput petugas Puskesmas ke rumahnya,” tamdasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.