Pemkab Pandeglang Apresiasi Swadaya Warga Perbaiki Jalan Rusak

  • Whatsapp
DPUPR Kabupaten Pandeglang
Kepala DPUPR Kabupaten Pandeglang, Asep Rahmat.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Pandeglang, tidak merasa tersinggung dengan banyaknya warga yang melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Sebaliknya hal itu menjadi motivasi bagi Pemkab Pandeglang untuk memaksimalkan program pembangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pandeglang, Asep Rahmat mengapresiasi adanya warga di sejumlah kecamatan yang melakukan perbaikan jalan secara swadaya.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak merasa tersinggung dengan aksi warga memperbaiki jalan. Malah kami mengapresiasi, artinya warga peduli dengan kondisi jalan di lingkungannya,” ungkap Asep di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2020).

Saat ditanya apakah pemerintah juga merasa tertampar dengan banyaknya aksi swadaya warga melakukan perbaikan jalan, Asep meyakini aksi warga itu bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan yang saat ini rusak.

“Bahkan kami mensupportnya, karena dengan kondisi covid-19 ini pemerintah tidak bisa berbuat banyak terhadap pembangunan fisik,” katanya.

Asep mengakui saat ini pembangunan fisik di Pandeglang sangat minim, juga di daerah lain di tanah air. Dia juga mengakui kegiatan pembangunan di dinasnya yang sudah direncanakan terpaksa harus ditunda.

“Kegiatan fisik yang terealisasi saat ini hanya pembangunan MPP. Karena kegiatan itu mulai dilakukan sebelum covid-19, tapi kegiatan yang lain yang sudah masuk perencanaan dan sudah ditenderpun ditunda,” ujarnya.

Ia juga berjanji, setelah pandemi covid-19 selesai, akan diupayakan semaksimal mungkin untuk pembangunana jalan. Seperti mendorong adanya bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Banten.

“Karena kalau hanya ditangani APBD Pandeglang tidak akan maksimal. APBD Pandeglang terbatas, harus ada bantuan dari pusat maupun Pemprov Banten,” ujarnya.

Diakuinya, rata-rata ruas jalan yang diperbaiki melalui swadaya warga, itu sudah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2020. Namun akhirnya dilakukan penundaan, karena anggarannya dialihkan untuk penanggulangan covid-19.

“Partisipasi masyarakat dalam memperbaiki jalan rusak itu reflek. Sebab warga butuh akses jalan yang memadai, namun karena kondisi seperti ini (covid-19), warga punya inisiatif untuk melakukan perbaikan dan kami dari pemerintah merasa bersyukur,” tuturnya.

Terpisah, anggota komisi III DPRD Pandeglang, Ade Muamar juga mengapresiasi aksi swadaya warga membangun jalan di sejumlah kecamatan. Artinya, kata Ade, tidak hanya pemerintah yang peduli terhadap kondisi jalan, tapi masyarakatpun juga peduli.

Ia juga mengharapkan, masyarakat bisa memahami dengan kondisi seperti ini (pandemi covid-19). Karena banyak anggaran yang dipangkas untuk penanggulangan covid-19, mulai dari APBD, bantuan pemerintah pusat dan provinsi.

“Saya apresiasi terhadap kepedulian warga yang bahu membahu gotong royong memperbaiki jalan rusak. Selain peduli terhadap kondisi jalan, nilai gotong royong masyarakat Pandeglang juga ternyata masih tinggi,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap setelah pandmei covid-19 ini normal lagi, eksekutif cermat dalam menyikapi infrastruktur jalan. Karena akses jalan kebutuhan utama bagi peningkatan prekonomian masyarakat.

“Artinya eksekutif harus memprioritaskan pembangunan jalan. Karena banyak aksi warga yang melakukan perbaikan jalan melalui iuran, menjadi tamparan bagi pemerintah,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.