Pemkab Lebak Rekrut Relawan Kesehatan untuk Tangani COVID-19

oleh -
Pemkab Lebak dinkes lebak relawan kesehatan rekrut nakes penanganan Covid-19 Triatno Supiyono PPKM Darurat
Rumah sakit di Kabupaten Lebak, Banten membangun tenda untuk dijadikan ruang perawatan darurat pasien COVID-19.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Menyusul kasus penularannya kian tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, membuka rekrutmen relawan untuk dijadikan tenaga kesehatan (Nakes) penanganan COVID-19.

Para relawan Nakes hasil rekrutmen tersebut nantinya akan ditempatkan di RSUD Adjidarmo, Rumah Sakit Islam Madali, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Lebak, Triatno Supiyono di Lebak, Senin (5/7/2021) mengatakan, semua rumah sakit di Kota Multatuli ini penuh dengan pasien COVID-19. Namun tidak dibarengi dengan jumlah Nakes.

“Karena itu kami merekrut relawan Nakes untuk membantu penanganan pasien COVID-19,” imbuhnya.

Mereka para relawan itu nantinya bekerja selama tiga bulan. Setelah itu dilakukan dievaluasi. Jika kasus COVID-19 masih tinggi, menurut Triatno, masa tugas mereka akan kembali diperpanjang.

BACA JUGA: Selama PKKM Darurat, Semua Destinasi Wisata di Lebak Tutup

Relawan Nakes yang dibutuhkan itu untuk dokter sebanyak sembilan orang, perawat 34 orang, analis sembilan orang, radiografer empat orang dan lima orang pemulasaraan jenazah.

“Kami berharap relawan Nakes itu bisa terpenuhi untuk penanganan COVID-19,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga telah membantu tenaga medis untuk RSUD Adjidarmo sebanyak 16 orang dari Puskesmas. Namun, kata dia, jumlah tenaga medis itu masih sangat kekurangan.

Untuk itu, Satgas COVID-19 membuka relawan Nakes. Mereka mendapatkan gaji dan insentif sesuai perundang-undangan.

Selama ini, kata dia, kasus penularan corona di Kabupaten Lebak melonjak tinggi hingga semua rumah sakit penuh. Bahkan, pihak rumah sakit mendirikan tenda untuk dijadikan ruang perawatan darurat pasien COVID-19.

Berdasarkan data COVID-19 Kabupaten Lebak sampai Minggu (4/7/2021) tercatat 4.826 orang, 3.802 orang dinyatakan sembuh, 525 orang menjalani isolasi dan perawatan rumah.

Sedangkan, kata dia, kasus COVID-19 pada Sabtu (3/7/2021) tercatat 4.826 orang, 3.570 orang sembuh, 1.157 orang dalam perawatan atau isolasi mandiri dan 95 orang meninggal dunia.

“Meski tidak terjadi peningkatan kasus corona sejak dua hari terakhir diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, namun jumlah kematian naik empat orang, dari 95 orang menjadi 99 orang,” katanya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.