Pemkab Lebak Laksanakan PSBB Dengan Membatasi Berbagai Kegiatan Masyarakat

  • Whatsapp
Lebak
Asisten Daerah (ASDA) I Setda Lebak, Alkadri.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai 1 – 20 Oktober 2020 ini akan laksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal itu dilakukan menindaklanjuti keputusan Gubernur Banten Wahidin Halim yang menerapkan PSBB di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten. Mengingat penyebaran Covid-19 di Banten masih tinggi, tidak terkecuali dengan Kabupaten Lebak yang mencapai 177 kasus.

Bacaan Lainnya

Asisten Daerah (ASDA) I Setda Lebak Alkadri mengatakan, dalam pelaksanaan PSBB tersebut akan diberlakukannya pembatasan kepada seluruh kegiatan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan yang meniadakan pembelajaran secara tatap muka maupun kegiatan keagamaan yang melarang adanya perayaan hari besar keagamaan serta  pengajian rutin bulanan atau mingguan di tingkat Kecamatan atau Desa.

Sedangkan pengajian yang diselenggarakan oleh individu dapat dilaksanakan dengan ketentuan peserta paling banyak 50% dari kapasitas. “ Selama pemberlakuan PSBB, rumah ibadah dapat menyelenggarakan kegiatan keagamaan hanya untuk warga sekitar dengan membatasi jumlah pengguna rumah ibadah paling banyak 50 persen dari kapasitas. Selain itu juga harus menerapkan protokol kesehatan,” kata Alkadri, Senin (28/9/2020).

BACA JUGA: Lebak Siap Perpanjang PSBB Dengan Tidak Memberlakukan Penyekatan Keluar-Masuk Transportasi

Lebih jauh, Alkadri menuturkan, dalam PSBB ini juga diberlakukannya pembatasan pada kegiatan sosial dan budaya yang melarang adanya  kegiatan resepsi atau perayaan, hiburan atau kepariwisataan, olahraga yang melibatkan lebih dari 4 orang, dan agenda politik serta kegiatan lainnya yang menimbulkan kerumunan orang dalam jumlah lebih dari 5 orang.

Pembatasan juga diberlakukan di area fasilitas umum seperti pasar atau pusat perbelanjaan, alun-alun, tempat kerja dan juga sarana transportasi umum. Pemkab Lebak juga akan memberlakukannya kembali pemeriksaan atau check point pematuhan protokol kesehatan di stasiun kereta api Rangkasbitung, Citeras, dan Maja, serta terminal angkutan umum di Daerah.

“Seluruh kegiatan di area fasilitas umum dan juga angkutan umum  dibatasi hanya boleh berjumlah 50 persen dari kapasitas maksimal. Di area pasar tumpah, hanya boleh beroperasi pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB. Sementara untuk pusat perbelanjaan dan juga PKL hanya boleh beroprasi hingga pukul 22.00 WIB saja,” tuturnya.

BACA JUGA: Warga Harap Pemkab Lebak Tegas Memberlakukan Perbub AKB

Ia menegaskan, setiap pemilik, pengelola, penanggung jawab kegiatan wajib menerapkan protokol kesehatan. Jika tidak pihaknya akan mengenakan sanksi sebagaimana yang telah diatur didalam peraturan tentang Adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Ada sanksinya, mulai dari sanksi Administratif, penghentian kegiatan/pembubaran, pencabutan ijin sampai denda. Detail pengaturannya menunggu Perbup tentang pedoman pelaksanaan PSBB diterbitkan, sekitar tanggal 30 Oktober 2020,” pungkasnya.(Yusup/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.