Pemkab Lebak Lakukan Validasi Data Penerima BLT

  • Whatsapp
anggaran covid-19
Ilustrasi anggaran penanganan covid-19.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak tengah melakukan validasi data terhadap warga Kabupaten Lebak yang akan mendapatkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT). BLT tersebut ditujukan untuk warga Lebak yang terdampak penghasilannya akibat penyebaran Covid-19 atau virus Corona.

Kadinsos Lebak Eka Darmana Putra mengatakan, terdapat 55.653 Kepala Keluarga (KK) yang diusulkan pihak Desa di 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak untuk mendapatkan bantuan BLT tersebut.

Bacaan Lainnya

” Sifatnya belum fix, kami masih melakukan validasi guna menghindari adanya double data penerima bantuan,” kata Kadinsos ketika dihubungi Redaksi24.com melaui telepon selulernya, Kamis (16/4/2020).

Ia mengungkapkan, warga yang mendapatkan bantuan sosial penanganan Covid-19 tersebut merupakan warga yang sebelumnya tidak tercantum dalam program bantuan apapun. Bantuan BLT sendiri akan diberikan selama 3 bulan mulai pada bulan April, Mei dan Juni 2020. Dengan jumlah nominal Rp 500 ribu perbulannya.

” Ini dilakukan untuk pemerataan bantuan, jadi warga yang sebelumnya tidak terdata pada data terpadu kesejahteraan sosial  (DTKS) di program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Sembako maupun Program Keluarga Harapan (PKH) kami data untuk mendapatkan BLT itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lebak, Budi Santoso menuturkan, Pemkab sendiri saat ini tengah melakukan refouncing anggaran sebesar Rp. 106,9 Milliar (M) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Lebak. Rp. 63 M diantaranya akan digunakan untuk penanganan dampak ekonomi masyarakat dengan program sembako tersebut, Rp. 35 Milliar akan digunakan untuk pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD), dan Rp. 5 Milliar untuk penanganan dampak ekonomi seperti dukungan industri dan UMKM, serta pemulihan ekonomi daerah.

” Dana tersebut sifatnya belum final masih akan terus berkembang dinamis karena pendataan masyarakat yang terdampak masih dalam proses verifikasi di Dinsos,” tuturnya.

BACA JUGA:

Program BPNT di Lebak Bermasalah, DPRD Janji Menyelesaikannya

Budi mengatakan, keputusan Final refouncing anggaran baru dapat pihaknya ambil dua minggu setelah Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri dan Menkeu tentang percepatan penyesuaian Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 dalam rangka penanganan Covid-19 yang terbit pada 9 April 2020 lalu

Pihaknya juga masih menunggu Peraturan Mentri Keuangan (PMK) tentang penyesuaian transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).

” Jadi refouncing anggaran dapat memasuki tahapan final dua minggu setelah SKB tersebut terbit, dan proses validasi data penerima bantuan selesai,” pungkasnya.(Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 Komentar

  1. Tolong min.
    Saya sebagai ojol yang tinggal di kabuten Lebak pasnya saya tinggal di kec Cikulur desa sumurbandung RT 11rw 02. Kp Cakung. Saya mau menanyakan apakah bantuan buat masyarakat dampak covid19 sudah bejalan apa belum. Hingga saat ini blum ada bantuan apa2 dari pemerintah. Sedangkan saya sudah tida bisa ngojeg lagi.. tolong kepada pemerintah untuk bantuan tidak salah sasaran. Dan benar2 buat yg membutuhkan. Inimah yg kaya malah dapet bantuan. Yg bnr2 miskin malah cma gigit jari. Termasuk saya . Ini bansosnya gima.

  2. Tolong saya sebagai ojeg pangkalan yg tinggal di kp pasir Tangkil kab Lebak RT 009/03 saya ingin menanyakan kapan bantuan dari pemerinta yg terdampak covid 19 apakah sudah tersalur kan ko sampai sekarang belum juga ada Khabar berita nya sedang kan saya ngojeg di pangkalan satu hati hanya dapat 2 sampai 3 penumpang yg ongkos nya hanya rp4000 mau makan apa keluarga saya. Tolong bansos nya

  3. Di desa tambak baya juga sama.yg kaya dapet yg pas2 san seperti saya petani kecil gk dpt.yg punya mobil dpt yg kaya makin kaya yg susah makin melart…tk afa ke adilan sosial.

  4. Sya desa cikulur jga gk dapat bansos kk mah udh d pintain ma pak RT tpi gk dapat jga. Sya dsuruh ke kantor desa jga suruh bawa kk ma ktp jga udh tpi ampe skrg gk dapat jga yg lain mah udh dpt 2x