Pemkab Cianjur Ancam Cabut Izin Operasional Rumah Sakit Yang Tolak Pasien COVID-19

oleh -
Bupati Cianjur Herman Suherman.

CIANJUR, REDAKSI24.COM– Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ancam akan mencabut izin operasional rumah sakit yang menolak melayani pasien COVID-19. 

Hal itu terjadi menyusul adanya informasi yang menyatakan salah satu rumah sakit swasta di wilayah tersebut mengumumkan tidak bisa lagi menerima pasien karena ruang isolasinya sudah penuh.

“Kita akan cabut izinnya kalau sampai menolak pasien COVID-19 dengan dalih penuh atau alasan lain,” kata Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Senin (5/7/2021).

Pemerintah kabupaten, kata dia, sudah meminta dinas terkait untuk mengklarifikasi rumah sakit swasta yang menyatakan tidak bisa lagi menerima pasien COVID-19 karena tempat isolasinya penuh.

“Kalau terbukti menolak pasien COVID-19, kita akan tutup dan izinnya dicabut,” katanya.

BACA JUGA: Pemkab Cianjur Berikan Bansos Uang Tunai Kepada Masyarakatnya Yang Terdampak PPKM Darurat

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Irvan Nur Fauzi mengatakan bahwa dinas sudah meminta penjelasan dari Rumah Sakit Dr Hafidz, yang dikabarkan menolak menerima pasien COVID-19.

“Pihak rumah sakit sangat keliru kalau mengeluarkan pernyataan menolak pasien COVID-19, bahkan pihak manajemen mengakuinya,” katanya.

Dinas Kesehatan, tambah dia, sudah meminta pengelola rumah sakit tersebut menambah jumlah tempat tidur untuk pasien COVID-19 dari 31 menjadi 45 tempat tidur.

Sementara itu, manajemen Rumah Sakit Dr Hafidz belum menyampaikan keterangan resmi menanggapi kabar yang dalam dua hari terakhir beredar di media sosial mengenai pengumuman bahwa rumah sakit tersebut tidak bisa lagi menerima pasien COVID-19 karena tempat isolasinya penuh. (Fikri/Ant/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.