Pemkab Bogor Tetap Gelar Pilkades Serentak Saat Pandemi

  • Whatsapp
Kata Burhanudin Pemkab Bogor tetap menggelar pilkades serentak di 88 desa pada Desember 2020
Sekda Kabupaten Bogor Jawa Barat, Burhanudin (tengah), saat rapat persiapan Pilkades Serentak 2020, di Cibinong, Bogor, Kamis.

CIBINONG, REDAKSI24.COM— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, tetap akan menggelar pesta demokrasi pilkades serentak di 88 desa pada Desember 2020, kata Burhanudin, pejabat setempat.

Burhanudin, pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor ini, menyebutkan, pemkab sudah menyiapkan anggaran untuk pilkades serentak di BPKAD (Badan Pengelola  Keuangan dan Aset Daerah) .

Bacaan Lainnya

“Anggarannya sudah nongkrong di BPKAD (Badan Pengelola  Keuangan dan Aset Daerah) dengan hitungan Rp20 ribu per suara atau pemilih,”ujar Sekda Burhanudin, usai rapat persiapan Pilkades Serentak 2020 di Cibinong, Bogor, Kamis.

Pihaknya, lanjut dia, selaku panitia tingkat kabupaten berkewajiban menyiapkan regulasi berupa perda, perbup dan surat edaran terkait pilkades. “Kami sebagai panitia tingkat kabupaten, juga berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi menyangkut perkembangan pelaksanaan pilkades di lapangan,”jelas Burhanudin.

Kata dia, pilkades serentak di 88 desa yang pelaksanaanya dijadwalkan pada 20 Desember 2020 itu kini tengah dalam tahap seleksi para bakal calon kepala desa.

Sedangkan anggarannya, menurut dia, baru bisa dicairkan setelah panitia pilkades di desa menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) karena besaran anggaran tiap desa ditentukan antara lain didasarkan basis jumlah DP.

Burhan menyebutkan, selaku panitia di tingkat kabupaten pihaknya mulai melakukan persiapan berupa pemetaan terhadap jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Pemetaan dimaksud, imbuh Sekda, difokuskan kepada wilayah yang berpotensi terjadi konflik, khususnya di wilayah yang jumlah penduduknya relatif padat.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, menegaskan, pilkades serentak di 88 desa itu akan dilakukan secara manual di masing-masing TPS dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Panitia wajib menerapkan prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), semua sudah disiapkan panitia di setiap TPS dan dibagi jadwal peserta dalam beberapa shift,” tuturnya.

Menurut Renaldi, pemberlakuan jadwal shift di TPS dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan di masa pandemi Covid-19. “Contohnya, ketika satu TPS untuk 500 orang, maka akan dijadwal 250 orang setiap satu shift,”pungkasnya.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.