Pemkab Ajukan Seluruh Transportasi Umum ke Lebak di Lockdown

oleh -
Stasiun Rangkasbitung.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Pandemi virus corona (Covid-19) terus merebak di berbagai daerah di Indonesia. Untuk menghindari kasus dan melindungi masyarakatnya dari kasus tersebut, Pemda Kabupaten (Pemkab) Lebak, mengajukan surat penghentian (lockdown) sementara seluruh operasional transportasi umum untuk masuk dan keluar dari daerah tersebut.

Pengajuan itu tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani Bupati Lebak, Iti Octabia Jayabaya. Dalam surat Nomor 440/1.555 – Kesra/2020 tersebut, Bupati meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menghentikan sementara operasional Kereta Rel Listrik itu di tiga stasiun di wilayah Kabupaten Lebak, seperti Stasiun Rangkasbitung, Citeras dan Maja selama kurang lebih 14 hari kedepan.

Kepala Bagian Humas Protokol Setda Lebak, Eka Prasetyawan membernarkan surat keputusan yang diajukan oleh Pemkab Lebak kepada PT KCI. Kata dia, keputusan tersebut dikeluarkan atas berbagai pertimbangan, mengingat penyebaran Covid-19 semakin hari terus meningkat dan meluas.

Berdasarkan data di PT. KCI Tahun 2019, kata Eka, pengguna layanan Commuterline pada rute Rangkasbitung -Tanah Abang tercatat sebanyak 54.774.242 penumpang, sehingga bila dirata-rata perhari, jumlah penumpang yang menggunakan fasilitas transportasi tersebut mencapai 150.066 orang, dengan 15.000-20.000 diantaranya adalah warga Lebak.

“ Dengan puluhan ribu warga Lebak yang menjadi penumpang di transportasi tersebut, tentunya potensi penyebaran Covid-19 di Lebak menjadi sangat besar,” kata dia.

BACA JUGA:

Wabah Corona Semakin Meluas, Bupati Lebak Minta Dinkes cegah Penyebarannya

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemkab Lebak Batasi Kegiatan di Ruang Publik

Karenanya, tambah Eka, atas pertimbangan tersebut, Pemkab Lebak meminta kepada pihak PT KCI untuk menghentikan sementara layanan operasional KRL di 3 stasiun itu. Bahkan, kata Eka, untuk merealisasikannya, Pemkab Lebak juga sudah mengirimkan surat ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar menghentikan sementara operasional kereta api rute Rangkasbitung – Serang – Cilegon dan Merak.

Begitu juga terhadap Perum Damri dan Pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda). Pemkab Lebak, kata Eka, juga telah mengirimkan surat agar melakukan penghentian sementara operasional layanan angkutan bus AKAP dan Perum DAMRI di Wilayah Kabupaten Lebak selama 14 hari.

“ Dalam keputusan ini, kami memandang perlu. Karenanya kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Mudah- mudahan terialisasi, sehingga upaya kami dalam upaya menlindungi masyarakat tercapai,” kara dia. (Yusuf/Aan)