Pemerkosaan Gadis Dibawah Umur Hingga Korbannya Tewas di Tangsel Diduga Direncanakan

  • Whatsapp
Pemerkosaan Gadis Dibawah Umur di Tangsel
Kapolsek Pagedangan AKP Efri.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Polsek Pagedangan menangkap empat pelaku yang mencekoki pil excimer dan pemerkosaan terhadap OR (16), remaja asal Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan, pelaku pencekokan obat keras dan pemerkosaan tersebut bukan 5 orang, melainkan 7 orang yang merupakan warga Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Hasil dari penyelidikan ada 7 orang yang menjadi pelaku dan empat diantaranya sudah kita amankan. Sementara 3 pelaku lainnya masih buron,” kata Efri melalui telepon seluler, Minggu (14/6/2020).

Empat orang pelaku yang berhasil diamankan yakni FF, DE, S, dan A dengan usia berkisar 18-24 tahun. Sedangkan pelaku FF (18) berperan sebagai yang mengaku pacarnya.

Efri menerangkan, kejadian tersebut tejadi pada 18 April 2020, sebelum puasa Ramadan 1441 H. Bermula pelaku FF kenal dengan korban OR dari media sosial Facebook. Kemudian keduanya membuat janji untuk bertemu disalah satu tempat di Desa Cihuni. Setelah bertemu, OR kemudian dibawa salah seorang pelaku ke rumah temannya.

Efri menduga, aksi pemerkosaan yang dilakukan FF bersama temannya itu sudah direncanakan. “Setelah bertemu, OR kemudian diajak ke rumah salah satu pelaku oleh FF di Desa Cihuni. Di sana ternyata sudah ada enam orang teman FF yang menunggu. Berarti sudah ada perencanaan tidak baik,” terang Efri.

Setelah sampai di rumah salah satu pelaku, OR kemudian meminum pil excimer. Setelah mabuk, FF yang mengaku pacarnya itu langsung beraksi menyetubuhi korban secara bergantian dengan enam temannya.

“Boleh-boleh saja pelaku mengaku sebagai pacarnya, tapi yang jelas secara akal sehat enggak mungkin. Kalau pacarnya beneran enggak mungkin  temen-temennya disuruh nyetubuhin juga ,” tutur Efri.

Saat ini, Polsek Pagedangan masih menyelidiki soal korban yang meminum pil excimer dipaksa atau atas permintaan korban yang juga minta bayaran Rp100 ribu sesuai pengakuan pelaku. 

“Minum pil itu sedang kita dalami. Maunya si pelaku, pasti mencari pembenaran menurut dia. Tetapi, kita sedang dalami dulu. Dengan adanya korban menelan excimer itu kita bisa bayangkan, seperti apa. Katanya yang pernah minum excimer, satu butir saja sudah kelenger. Apalagi tiga butir,” ungkap Efri.

Para tersangka pencekokan pil excimer dan pemerkosaan gadis di bawah umur itu, dikenakan sanksi ancaman pidana sesuai Undang-undang Perlindungan Anak nomor 17 tahun 2016 pasal 81 subsider pasal 81 dengan maksimal 15 tahun penjara. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.