Pemerintah Sediakan Vaksin COVID-19 Lewat Tiga Jalur

  • Whatsapp
Pemerintah menyediakan vaksin COVID-19 lewat pembelian dari China dan Inggris, pasok organisasi internasional, dan produksi vaksin Merah Putih

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Pemerintah berupaya menyediakan vaksin COVID-19 dari tiga jalur, yakni pembelian dari China dan Inggris, jaminan pasokan vaksin dari organisasi internasional, dan produksi vaksin Merah Putih di dalam negeri.

Menurut siaran pers Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat, menyebut Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara sudah berusaha mendapatkan pasokan vaksin dari produsen farmasi Sinovac dan Sinopharm di China serta AstraZeneca di Inggris.

Bacaan Lainnya

Selain itu pemerintah juga menggandeng organisasi internasional seperti Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) untuk mendapatkan akses vaksin COVID-19.

BACA JUGA:Pemerintah Tetapkan Tarif Tes PCR Mandiri Maksimal Rp900 ribu

Sedangkan para peneliti di dalam negeri terus berupaya mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan menggunakan strain virus corona tipe baru yang menular di Indonesia.

“Sambil menunggu vaksin Merah Putih yang diperkirakan baru akan siap pada awal 2022, kita manfaatkan kerja sama dengan China dan Inggris,”ujar Menkes Terawan Agus Putranto.

Terawan melanjut, “ Karena vaksin ini perlu dua kali suntik, maka kita perlu atur prioritas pemberian vaksin, kita prioritaskan dahulu pada tenaga kesehatan garda terdepan.”

BACA JUGA:Khawatir Jadi Kluster Baru Covid-19, Dinas Koperasi Lebak Tutup Pelayanan Tatap Muka Pengajuan Bantuan Pemerintah Untuk Usaha Mikro Yang Membludak

Indonesia menargetkan pasokan vaksin dari China dan Inggris dapat memenuhi kebutuhan minimal 70 persen penduduk.

Kemudian kolaborasi dengan CEPI dan GAVI bisa menjamin penyediaan  vaksin bagi 20 persen penduduk, sedangkan vaksin Merah Putih bisa menutupi vaksin yang belum terpenuhi.

Pemerintah sudah menyatakan peminatan untuk dapat mengakses sampai 100 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh Oxford University dan AstraZeneca pada 2021.(Aditya/ANTARA/Jaya).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.