Pemerintah Pusat dan Daerah Bersinergi Tangani Stunting

  • Whatsapp
atasi stunting
Pemerintas Pusat dan Daerah bersinergi atasi stunting.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Pemerintah Pusat dan Daerah harus bersinergi agar kasus stunting di Indonesia bisa tertangani dengan efektif dan efisien. Hal itu diutarakan oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kemendagri RI, Eduard Sigalingging, dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Mendorong Konvergensi Program Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) di Wilayah Prioritas di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (4/10/2019).

“Pemerintah sangat serius dalam mengatasi penurunan stunting di Indonesia,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia juga menghimbau kepada para kepala daerah agar dalam upaya penanganan masalah stunting, bisa selalu berkomunikasi dengan tokoh masyarakat. Karena, sambung dia, hal tersebut merupakan strategi untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting.

“Saya harapkan kerja samanya, dan kita terbuka para kepala daerah bisa bersama-sama bersinergi antara pusat dan daerah,” tegasnya.

BACA JUGA:

Cegah Stunting, Pemkab Tangerang Ajak Ratusan Murid SD Makan Telur

Kabupaten Tangerang Memenuhi Sanitasi Masyarakatnya

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang hadir dalam rapat tersebut menuturkan, percepatan upaya menurunkan angka stunting khususnya di Kabupaten Tangerang terus dilakukan oleh Pemerintah daerah melalui berbagai langkah. Diantaranya, kata dia, dengan memfasilitasi pembinaan, pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut atas kebijakan dan pelaksanaan program-program dari pemerintah pusat, termasuk pelibatan institusi non pemerintah untuk mendukung aksi konvergensi yang terintegrasi dalam upaya percepatan pencegahan stunting.

“Penanganan stunting perlu kita kenali pendekatan kearifan lokal dan pemanfaatan makanan lokal, serta perlu sinergi berbagai lembaga dalam upaya pencapaian penurunan stuting khususnya di Kabupaten Tangerang,” tukas Zaki (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.