Pemerintah Intervensi Harga Cabai dan Pastikan Tidak Akan Lagi “Pedas”

oleh -
pemerintah, kementan, harga, cabai, komoditas, pertanian, turun
Pemerintah melalui Kementan lakukan intervensi harga cabai. Foto: Seorang pedagang melayani pembeli cabai rawit di pasar Sentral, Kota Gorontalo/Antara.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan upaya intervensi untuk menstabilkan harga cabai, dan memastikan harga komoditas pertanian yang satu ini turun dalam waktu dekat.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi menyampaikan, pemerintah melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.

“Komoditas cabai naik karena faktor cuaca. Kami intervensi sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga yang murah. Dan kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabai akan turun,” kata Agung, di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Agung menyebut, secara nasional ketersediaan pangan aman. Bahkan pemerintah sudah melakukan perhitungan-perhitungan sampai bulan Mei atau setelah lebaran.

Tentu kewajiban pemerintah melalui Kementan, imbuh Agung, adalah menjaga harga di tingkat produsen maupun konsumen.

“Dua hal ini yang kita jaga bersama jajaran Kemendag,” ujar Agung.

Dia melanjutkan, perhitungan yang dimaksud adalah dengan melakukan intervensi pemerintah di saat kondisi harga mulai tidak stabil. Salah satunya dengan memobilisasi stok pangan dari sentra produksi sampai ke pasar.

Di samping itu, pemerintah secara rutin memonitoring situasi dan pergerakan harga di lapangan yang dilakukan selama dua minggu sekali. Hasil monitoring ini selanjutnya dicocokkan dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS).

“Oleh karena itu segala macam upaya kita lakukan. Secara continue Kementan melakukan pertemuan rutin dan melakukan intervensi antar lembaga pemerintah, sehingga kenaikan yang terjadi tidak lebih dari 10 persen,” ucapnya.

Sementara itu, pengamat pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat kondisi harga komoditas pertanian berupa cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur turun.

Menurut Dwi, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi.

Siklus ini bahkan sudah diamati sejak tujuh tahun terakhir, di mana setiap puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

“Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan ramadhan atau lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal,” cetus Dwi. (ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.