Pemerintah Desa Pasanggrahan Dinilai Lakukan Maladministrasi

oleh -
Pemerintah Desa Pasanggrahan Dinilai Lakukan Maladministrasi Staf desa kecamatan solear kabupaten tangerang
Surat keterangan bernomor: 474/...../SKT/Ds.Psg/X/2021 itu, bukan ditandatangani Kepala Desa (Kades) atau Sekretaris Desa (Sekdes) Pasanggrahan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, dinilai telah melakukan maladministrasi. Penilaian itu menyusul adanya surat keterangan tertentu untuk warga Perumahan Taman Kirana Surya yang dikeluarkan aparatur desa tersebut.

Namun diketahui surat keterangan bernomor: 474/…../SKT/Ds.Psg/X/2021 itu, bukan ditandatangani Kepala Desa (Kades) atau Sekretaris Desa (Sekdes) Pasanggrahan. Surat keterangan tertentu bagi warga itu justru hanya ditandatangani staf desa yang baru.

Padahal sejumlah staf Desa Pasanggrahan yang baru itu, hingga kini belum memiliki Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang direkomendasikan Camat Solear selaku pembina dan pengawas pemerintah desa.

Sementara itu, pemerintah Kecamatan Solear melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Solear, Rizkia Nurul Fajar menegaskan, yang berwenang menandatangani apapun jenis surat keterangan dari pemerintah desa adalah Kades maupun Sekdes.

“Secara administrasi kepemerintahan, apapun surat dari pemerintah desa itu harus ditandatangani Kades atau Sekdes, staf nggak boleh. Kalau hanya staf yang menandatangani, apalagi belum punya SK, berarti itu maladministrasi ,” ungkap Rizkia Nurul Fajar kepada wartawan didampingi Kasi Pemerintahan Kecamatan Solear, Ahmad Sumardi di ruangannya, Jumat (29/10/2021).

BACA JUGA: Pergantian Perangkat Desa Pasanggrahan Dinilai Langgar Aturan

Lebih lanjut Rizkia mengatakan, perangkat desa yang bekerja dalam struktur pemerintahan desa harus resmi, dibuktikan dengan SK pengangkatan sesuai Permendagri nomor 67 tahun 2017.

“Aturan dalam Permendagri nomor 67 tahun 2017 sudah jelas, baik pengangkatan maupun pemberhentian perangkat desa, aturan itu harus ditempuh dahulu, baru staf desa bisa melaksanakan tugas,” jelas Rizkia.

Disinggung para perangkat Desa Pasanggrahan yang baru, Rizkia menyatakan, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait staf baru di desa tersebut.

“Belum ada, mestinya yang lama kerja dulu sambil menunggu proses pemberhentian dan pengangkatan yang baru,” jelasnya.

Rizkia mengaku, pihak Kecamatan Solear telah memanggil dan melakukan koordinasi bersama Kades Pasanggrahan yang baru untuk melaksanakan Permendagri nomor 67 tahun 2017. Namun sampai saat ini, kata dia, pihaknya belum mendapat tembusan dari Kepala Desa (Kades) Pasanggrahan.

BACA JUGA: Polemik Perangkat Desa Pasanggrahan Diserahkan ke Camat

Sementara itu, salah satu perangkat Desa Pasanggrahan yang lama, Endang Junaidi mengaku bersama 12 rekannya kini tidak bisa bekerja sebagai pelayan publik di kantor Kades itu. Sebab tempat mereka bertugas kini telah diduduki sejumlah orang berseragam staf desa.

“Percuma masuk juga, tempat duduk kami sudah terisi orang-orang baru, semestinya ada pemberhentian dan pengangkatan terlebih dahulu sesuai aturan,” ujar Endang.

Mneurut Endang, sampai saat ini para staf Desa Pasanggrahan yang lama masih menunggu keputusan dan rekomendasi dari Camat Solear agar polemik perangkat desa tidak berkepanjangan.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.