Pemerintah Beri Perlindungan Risiko Gagal Panen Kepada Petani

oleh -
Pemerintah Beri Perlindungan Risiko Gagal Panen Kepada Petani
Sosialisasi Produk Asuransi IFG dan Perlindungan Di Masyarakat, bertempat di Padepokan Karang Tumaritis, Tangerang, Banten, Minggu (19/9/2021).

TANGERANG, REDAKSI24.COM–Pemerintah melalui PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo memberikan perlindungan terhadap petani di Indonesia atas risiko gagal panen.

Asuransi Jasindo adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jasa. Pada tahun 2020, perusahaan ini resmi menjadi anggota Indonesia Financial Group (IFG) yaitu holding BUMN Asuransi dan Penjaminan.

Pimpinan Jasindo SBM Tangerang, Bobby Alxandi Boechori mengatakan, bahwa asuransi program pemerintah untuk usaha tani tersebut, memberikan perlindungan risiko gagal panen sudah berjalan sejak 2015.

Menurut Bobby, tujuan dari asuransi usaha tani itu adalah untuk memberikan perlindungan dalam bentuk bantuan modal kerja kepada petani, apabila terjadi  kerusakan pertanian yang menyebabkan gagal panen.

BACA JUGA: Antisipasi Gagal Tanam, Petani Pandeglang Disarankan Ikut Asuransi Pertanian

“Jadi asuransi ini untuk bantuan modal kerja dari risiko gagal panen kepada petani. Alokasinya untuk 1 juta hektar. Dan premi Rp180.000, subsidi pemerintah 80 persen, swadaya petani 20 persen,” ujar Bobby, saat Sosialisasi Produk Asuransi IFG dan Perlindungan Di Masyarakat, bertempat di Padepokan Karang Tumaritis, Tangerang, Banten, Minggu (19/9/2021).

BACA JUGA: Kesadaran Nelayan Pandeglang Ikut Asuransi Jiwa Masih Rendah

“Sementara untuk jangka waktu pertanggungan atau polis itu selama musim tanam (4 bulan),” imbuhnya.

Bobby menjelaskan, selain asuransi usaha tani padi, Asuransi Jasindo juga memberikan perlindungan kepada kelompok usaha lainnya, yakni melalui asuransi usaha ternak sapi, nelayan, dan perikanan pembudidaya ikan kecil.

BACA JUGA: Kundapil, Anggota DPR RI, Ananta Wahana Pastikan Program Vaksinasi Sambil Bagi-bagi Vitamin Berjalan Lancar

“Intinya, pemerintah sudah melakukan upaya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat kelompok usaha tersebut,” katanya. 

Lebih lanjur Bobby menambahkan, bahwa asuransi usaha tani padi memberikan manfaat, yaitu mampu melindungi petani secara finansial terhadap akibat kegagalan panen.

Menaikkan posisi petani terhadap kredit pertanian terutama dalam mengakses sumber pembiayaan (bankable).

“Dan mengurangi dan membatasi pengaruh bencana alam, dan mencegah dampak serangan organisasi  pengganggu tanaman,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana yang juga turut hadir dalam acara sosialisasi itu menyampaikan, bahwa pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi masih rendah.

Karena itu, menurut dia, Komisi VI DPR RI sebagai mitra kerja dari BUMN mendorong IFG sebagai holding BUMN Asuransi dan Penjaminan agar melakukan sosialisasi lebih luas lagi kepada masyarakat.

“Masih awam (masyarakat). Masih banyak yang belum tahu dan ngerti soal asuransi ini,” ungkap Ananta.

“Komisi VI DPR RI sebagai mitra, mendorong Anggota IFG untuk lebih mensosialisasikan produk-produk asuransinya. Agar juga masyarakat bisa mengambil manfaat dari produk asuransi pemerintah ini,” sambungnya.

Kegiatan Sosialisasi Produk Asuransi IFG dan Perlindungan Di Masyarakat tersebut juga menghadirkan narasumber dari Anggota IFG lainnya, yaitu Pimpinan Cabang PT Jamkrindo Tangerang Andika Putra.

Kemudian Pimpinan Cabang Askrindo Tangerang Mukti Wibowo, serta Pimpinan Cabang Jasa Raharja Banten Dodi Apriansyah.(Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.