Pemerintah Beri Insetif Dokter Yang Menangani Covid-19 Rp15 Juta, Bagi Perawat Rp7,5 Juta

  • Whatsapp
PDP Corona Pandeglang
Dok.

JAKARTA,REDAKSI24.COM—Sejumlah tenaga medis yang menangani pasien terpapar virus corona akan mendapatkan insentif dari Pemerintah. Namun Insentif itu hanya berlaku untuk tenaga medis di daerah-daerah yang telah menyatakan status tanggap darurat.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemberian insentif itu diputuskan melalui rapat terbatas kabinet. Tak dijelaskan lebih lanjut insentif ini diberikan setiap bulan atau hanya sekali pemberian.

Bacaan Lainnya

“Dokter spesialis akan diberikan Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, tenaga medis lain Rp5 juta,” kata Jokowi, Senin (23/3/2020).

BACA JUGA:

Cara Taiwan Menghadapi Wabah Corona

1.800 Kamar di Wisma Atlet Kemayoran Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Jokowi mengatakan selain pemberian insentif, pemerintah juga mengatakan pemerintah akan memberikan santunan kepada tenaga medis yang meninggal.

“Santunan kematian juga diberikan Rp300 juta,” katanya.

Jokowi juga menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam, belasungkawa mendalam atas berpulangnya dokter perawat tenaga medis itu.

“Mereka, beliau-beliau adalah berdedikasi, berjuang sekuat tenaga dalam rangka menangani virus corona ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” katanya.

Sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebelumnya menyebutkan sebanyak enam dokter meninggal diduga akibat terinfeksi virus corona atau Covid-19. Enam dokter tersebut masing-masing yakni, Hadio Ali, Djoko Judodjoko, Laurentius, Adi Mirsaputra, Ucok Martin, dan Toni D. Silitonga.

Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi, mengatakan dari enam dokter tersebut, IDI belum menerima data terkait tempat tugas mereka. Ia menjelaskan, salah satu faktor lain yang menjadi sebab kematian enam dokter IDI diduga karena jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang minim. (Tim/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.