Pembobolan Tas Pengguna Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Kembali Terjadi

oleh -
Kapolres Kota Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Ardian Rishadi.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM-
Pembobolan tas milik pengguna jasa penerbangan di Bandara Soekarno Hatta yang melibatkan orang dalam terjadi lagi. Dalam kasus itu, Petugas Polres Kota Bandara Soekarno Hatta menangkap empat dari lima orang pelakunya.

Keempat pelaku itu adalah, DI (28), S (30), BA (25) dan MR (21). DI dan S merupakan karyawan pengangkut barang di bagasi penumpang Bandara Kualanamu, Medan, sedangkan BA dan MR berperan sebagai penadah barang hasil curian tersebut. 

“Kami juga sedang mengejar satu pelaku lainnya dengan inisial (41), yang berhasil kabur. Pelaku yang berperan sebagai perantara dari penjualan hasil kejahatan ini, kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Kapolres Kota Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Ardian Rishadi, Selasa (5/11/2019)

Kapolres mengatakan, penangkapan terhadap keempat pelaku, berawal dari Laporan pemilik barang, Bambang yang mengirimkan puluhan hendphone atau16 koli lewat perusahaan jasa titipan PT J & T Express di kargo Bandara Soekarno-Hatta dengan tujuan Medan.

Setelah barang tersebut diberangkatkan dengan menggunakan jasa kargo Garuda GA 188 pada 19 Juli 2019 lalu dan tiba di Bandara Kualanamu, Medan, ternyata barang itu berkurang atau sisa 15 Koli.

Akibatnya pemilik barang melaporkan ke Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta untuk ditindaklanjuti. Begitu dilakukan penyelidikan, petugas menangkap DI dan S yang merupakan karyawan angkut barang di bagasi penumpang Bandara Kualanamu, Medan.

BACA JUGA:

Kasus Dodos Tas Terjadi lagi Di Bandara Soekarno Hatta, Uang Rp 214 Juta Raib

Tujuh Orang Pelaku Pemalsuan Dokumen Negara Ditangkap Polisi

Dihadapan petugas, kata Kapolres, kedua orang pelaku mengaku telah menjual barang hasil curiannya kepada BA dan MR atas perantara R. Sehingga dua dari tiga orang tersebut dibekuk dan R berhasil melarikan diri.

Atas kejadian tersebut pemilik barang mengalami kerugian hampir Rp30 juta. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP dan Pasal 480 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan dan penadah hasil curian dengan ancaman hukuman penjara diatas 4 tahun.

Sebelumnya, Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta juga mengungkap lima kasus yang sama, dengan tersangka 15 orang.(Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *