Pemberhentian Perangkat Desa Cisereh Tigaraksa Dinilai Sepihak

oleh -
Pemberhentian Perangkat Desa Cisereh Tigaraksa Dinilai Sepihak kabupaten tangerang
Keempat staf yang diberhentikan dan belum menerima haknya tersebut, masing-masing Arifin yang menjabat Sekretaris Desa (Sekdes), Hidayat Kaur Pemerintahan, Amal Imansyah Kaur Perencaan dan Saichul Hafid sebagai Kepala Dusun (Kadus) 1 atau Jaro.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemberhentian perangkat Desa (Perades) Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten menuai sorotan dari sejumlah kalangan masyarakat. Pasalnya, pemberhentian Perades tersebut dinilai dilakukan Kepala Desa (Kades) Cisereh secara sepihak.

“Terkait itu kami minta penjelasan Kades Cisereh atas aduan 4 staf desa yang diberhentikan,” kata Sekretaris LSM Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Bambang Hermanto kepada wartawan, Senin (17/1/2021).

Bambang menilai pergantian staf Desa Cisereh menabrak Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 67 tahun 2017.

Menurut Bambang, berdasarkan pengakuan beberapa staf desa yang diberhentikan Kades, mereka sebelum tidak diberitahu apa yang menjadi dasar pemecatan tersebut.

“Sampai hari ini mereka belum menerima alasan resmi atau surat pemberhentian resmi dari Kades. Sementara hak-hak mereka, seperti gaji, sampai saat ini belum mereka terima,” unkap Bambang.

BACA JUGA: Gara-Gara Limbah, Kades Cisereh Tigaraksa Didemo Warganya

Menurut keterangan dari staf desa, lanjut Bambang, saat mereka mempertanyakan hak-haknya, Kades menyatakan sudah menjadi silpa atau dikembalikan ke kas negara.

“Kami akan menindaklanjuti hal ini ke DPMPD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) dan juga melapor ke Inspektorat Kabupaten Tangerang,” tegas Bambang.

Keempat staf yang diberhentikan dan belum menerima haknya tersebut, masing-masing Arifin yang menjabat Sekretaris Desa (Sekdes), Hidayat Kaur Pemerintahan, Amal Imansyah Kaur Perencaan dan Saichul Hafid sebagai Kepala Dusun (Kadus) 1 atau Jaro.

Sementara Kades Cisereh, HM Iskandar membantah telah memberhentukan keempat perangkat desa itu. Menurut dia, keempat Perades tidak diberhentikan, namun mereka menyatakan mengundurkan diri berdasarkan keinginan sendiri.

“Mereka itu mengundurkan diri tanpa dipaksa, bahkan saya susul kerumahnya menanyakan kenapa keluar? Karena pak Sekdes sudah bulat untuk keluar, ya sudah saya tidak paksa,” ujar HM Iskandar.

Iskandar mengaku para perangkat desa yang mengundurkan diri itu telah diberikan uang kompensasi atau uang penghargaan atas pengabdian mereka di Desa Cisereh.

“Untuk staf pengganti sudah diajukan ke camat untuk direkomendasikan,” tandas Iskandar.(Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.