Pembelian Lahan SMPN 24 di Ciputat Diduga di Mark Up

  • Whatsapp
Smpn 24 tangsel
Lahan SMPN 24 di Ciputat yang diduga di mark up.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Pembebasan lahan untuk gedung SMPN 24 di Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan diduga terjadi Mark Up. Pasalnya, pembayaran lahan seluas 9 ribu meter persegi di Jalan H Hasan, RT 03, RW 07, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat yang berada di  bekas rawa atau resapan air tersebut terjadi perbedaan nilai pembayaran antara yang dikeluarkan oleh Pemkot Tangsel dengan pemilik lahan.

Hal itu dikatakan oleh Wali kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Sigit Sungkono, bahwa terjadim ketidaksesuaian harga antara yang dibayarkan Pemkot Tangsel dengan dana yang diterima ahli waris pemilik lahan.

Bacaan Lainnya

“Anggaran dari Pemkot Tangsel Rp2,9 juta per meternya, sedangkan yang diterima pemilik lahan hanya Rp1,2 juta per meternya,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/8/2020).

Sigit menduga ada mark up di pembebasan lahan tersebut yang dilakukan oleh oknum pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangsel. “Kami melihat adanya dugaan mark up ini  dilakukan oleh oknum pihak ketiga dan pejabat Dindikbud Tangsel yang merekomendasikan lahan rawa tersebut untuk pebangunan SMPN 24,” ungkapnya.

BACA JUGA: Waduh, Pembangunan Gedung SMPN 24 Tangsel Direncanakan di Atas Rawa

Ia mengaku, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Dikbud Kota Tangsel untuk meminta penjelasan dan klarifikasi terkait adanya dugaan mark up pembebasan lahan itu pada Kamis (13/8/2020).

“Jika diasumsikan dengan harga per meter Rp1,2 juta dikalikan luas lahan 9.000 meter persegi, lahan tersebut dibayarkan sekitar Rp10,8 miliar. Sedangkan jika Rp2,9 juta dikalikan 9.000 meter persegi mencapai sekitar Rp26,1 miliar. Sehingga oknum dapat meraup untung hasil dari mark up sekira Rp15,3 miliar,” katanya.

Sementara itu, salah seorang keluarga dari pihak pemilik lahan  menuturkan, proses pembelian lahan yang nilai jual objek pajak (NJOP) nya sebesar Rp500 ribu permeter, sudab dinaikan oleh oknum ‘calo’ menjadi Rp1,2 juta.

“Tapi kabarnya yang dibayarkan Pemkot Tangsel lebih besar lagi sekira Rp2,9 juta per meter,” katanya, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sawah Lama, Ciputat.

Dia menerangkan, semula oknum calo memberikan uang muka sebesar Rp5 miliar sebagai tanda jadi. Setelah itu, oknum calo merubah nama pada sertifikat kepemilikan lahan tersebut atas nama oknum calo tersebut dalam waktu singkat dua hari. 

“Uang muka lahan itu dibayarkan sekira akhir 2019 lalu dan baru dilunasi beberapa bulan terakhir setelah ada pembayaran lahan dari Pemkot Tangsel,” terangnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.