Pembelajaran Siswa di Pandeglang Bakal Terapkan Sistem Ganjil Genap

  • Whatsapp
Dindikbud pandeglang
Kepala Dindikbud Pandeglang, Taufik Hidayat.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang, akan menerapkan sistem ganjil genap pada kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka bagi murid SD dan siswa SMP. Sebab masa belajar dari rumah (BDR) pada masa pandemi covid-19 ini akan berakhir pada tanggal 8 Agustus nanti.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang, Taufik Hidayat mengatakan, Pandeglang ada peluang untuk melaksanakan KBM secara tatap muka langsung di sekolah. Saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan untuk melaksanakannya.

Bacaan Lainnya

“Salah satu persiapan kami mengajukan Bupati Pandeglang mengeluarkan  SE atau aturan tentang kegiatan belajar mengajar tatap muka,” ungkap Taufik melalui sambungan telepon, Rabu (5/8/2020).

Dikatakannya, pelaksanaan proses KBM tatap muka di sekolah nanti, rencananya akan menerapkan pola ganjil genap. Selain itu, waktu pembelajaran di sekolah dikurangi, hanya selama tiga jam.

“Untuk ganjil akan dilakukan mulai Senin hingga Rabu, dan untuk yang genap mulai Kamis sampai Sabtu,” katanya.

BACA JUGA: Begini Syarat Mendaftar Sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang

Menurut Taufik, mekanisme pembelajaran secara ganjil genap itu adalah, jumlah siswa dalam satu kelas hanya sebanyak 50 persen dari jumlah normal. Contohnya, jumlah siswa yang sebelumnya sebanyak 30 orang dalam satu kelas, dibagi menjadi dua ruang kelas, jadi satu kelasnya 15 orang.

“Namun untuk pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka langsung masih menunggu keputusan dari Bupati Pandeglang, karena sekarang ini kami baru melakukan usulan,” ujarnya.

Lanjut Taufik, selain penerapan sistem ganjil genap dalam proses pembelajaran tatap muka langsung, di sekolah juga mengacu pada protokol kesehatan. Adapun mekanismes ganjil genap itu diterapkan, karena ruang sekolah tidak bisa digunakan secara maksimal.

“Jadi pada prosesnya jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran hanya sebanyak 50 persen dari kapasitas maksimal. Namun protokol kesehatan adalah standar utama,” tuturnya.

Sementara, Kepala SMPN 2 Sobang, Pandeglang, Kasman mengaku, sekarang ini tengah mempersiapkan dalam menghadapi pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah. Seperti menempuh rekomendasi dari tim gugus tugas kecamatan, rekomendasi dari pengawas dan orang tua murid.

“Memang banyak syarat yang harus ditempuh dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung. Mulai dari penyediaan alat rapid tes, rekomendasi dari tiga pihak, serta memaksimalkan sarana protokol kesehatan,” ujarnya.

Meski demikian, kata Kasman, kemungkinan besar proses pembelajaran tatap muka langsung di sekolahnya bisa terealisasi maksimal. Karena berbagai persiapan telah dijalankannya. “Ya mekanisme pembelajarannya ganjil genap. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar,” harapnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.