Pembangunan Poltekip dan Poltekim, Bikin Menkumham dan Walikota Tangerang Memanas

oleh -
WAWANCARA : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly memberikan keterangan kepada wartawan saat meresmikan Pembangunan perguruan tinggi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim), Rabu, (10/7/2019).

REDAKSI24.COM – Pembangunan perguruan tinggi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) membuat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly dan Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah berseteru.

Yasona  menganggap Pemerintah Kota Tangerang tidak ramah terhadap Kemenkuham dengan tidak mengeluarkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)  untuk kedua poliklinik yang berada di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

“Ini mau buat tata ruang menjadi persawahan aneh banget kalau mau di buat daerah persawahan, ini sama saja cari gara-gara. Nanti kita bicarakan dengan Menteri ATR, profesional saja, nanti kita bisa duduk bersama,” katus Yasona.

Menanggapi pernyataan Yasonna tersebut,  Walikota Tangerang meyayangkan peryataan Kemenkumham tersebut. Arief menganggap hal itu tidak lebih dari miss persepsi dari Kemenkumham.

 “Saya juga sangat kaget dan prihatin atas apa yang disampaikan oleh Pak Menteri,” ucap Walikota.

Arief meminta Kemenkumham mencari informasi lebih jauh terkait masalah ini. Karena menurut Arief justru Pemkot Tangerang lah yang selama ini memperjuangkan agar lahan Kemenkuham tersebut tidak menjadi lahan pertanian.

 “Justru Pemerintah Kota Tangerang memperjuangkan agar di Kota Tangerang sudah tidak ada plotingan untuk lahan pertanian termasuk lahan Kemenkumham sebagaimana draft Raperda RTRW yang kita usulkan,” paparnya.ebut ka

Adapun alasan Pemkot Tangerang belum mengeluarkan IMB bagi kedua poliklinik tersebut menurut Arief  karena masih terkendala landasan-landasan hukum yang belum selesai.

 “Jadi mudah-mudahan dengan surat yang saya layangkan, nota keberatan saya, beliau bisa jauh lebih paham seperti apa kondisi ruwetnya urusan administrasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Saya bicara sebagai seorang Walikota yang terus berupaya hanya memikirkan yang terbaik untuk Kota Tangerang,” tutup Arief. (Agus/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *