Pembangunan PIK II Dan Reklamasi Teluk Jakarta Dikeluhkan Warga

  • Whatsapp
Mega proyek PIK II dan reklamasi Teluk Jakarta.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Warga Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten mengeluhkan adanya pembangunan mega proyek Pantai Indah Kapuk II yang dilakukan oleh pengembang kakap.

Pasalnya pembangunan yang dilaksanakan dengan cara mereklamasi pantai, sehingga menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Bacaan Lainnya

Salah satunya, kerap terjadi luapan air laut atau rob, dan banjir bila hujan turun di wilayah tersebut. ” Semenjak pembangunan itu berlangsung beberapa tahun lalu, bencana sering terjadi di wilayah ini,” kata HR, warga Desa Lemo, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, saat ditemui Redaksi24.com, Selasa (9/6/2020) dini hari.

Itu terjadi kata dia, karena adanya reklamasi pantai, dan empang di sepanjang pesisir di wilayah itu diurug, sehingga air laut sering meluap ke pemukiman warga. Seperti yang terjadi kali ini, sudah lima hari rumah warga terendam. ” Di jalanan tinggi air mencapai 1 meter lebih, sedangkan di dalam rumah lebih,” kata dia.

Selain rob kata HR, disaat musim penghujan wilayah tersebut juga banjir lantaran pantainya disulap menjadi daratan untuk pengembangan pembangunan proyek Pantai Indah Kapuk II. Dan bila musim kemarau kata dia, polusi udara juga mencemari lingkungan.

Karena itu kata HR, warga setempat sudah berkali-kali
mengadukan permasalahan tersebut ke pemerintah daerah. Namun pemerintah daerah tidak pernah menggubrisnya. ” Kami sudah sering mengadukan permasalahan ini ke Pemda, tapi tidak pernah dihiraukan,” kata dia.

Hal yang sama juga diutarakan  NS warga lainnya. Ia mengaku, selaian daerahnya menjadi langganan rob dan banjir hujan, juga sulit untuk mendapatkan air bersih. “Pembangunan mega proyek ini membuat kami sulit untuk mendapat air bersih. Apalagi sekarang, mesin air kami kalah dengan punya mereka yang besar,” kata dia.

NS juga membeberkan, rob dan banjir yang kerap terjadi di pemukiman warga karena dampak reklamasi pantai. Meski begitu kata dia, warga tidak bisa berbuat banyak, karena semua itu merupakan kepentingan orang-orang berpengaruh yang berekonomi kuat. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.