Pembangunan Masjid Besar Tigaraksa Terbengkalai

oleh -
masjid tigaraksa
Sejak diratakan dua tahun lalu, hingga kini pembangunan masjid besar Tigaraksa belum terealisasi.

REDAKSI24.COM – Pembangunan Masjid Besar Kecamatan Tigaraksa di Kampung Tegal Baju, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, terbengkalai. Dua tahun sejak diratakan dengan tanah, hingga kini pembangunannya belum juga dilaksanakan.

Ketua Pembangunan Masjid, Solihan menuturkan, molornya pembangunan masjid besar tersebut dikarenakan belum tersedianya anggaran yang mencukupi. Pasca dirobohkan dua tahun lalu, kata dia, belum ada kejelasan sumber dana yang bisa dipakai untuk membangun masjid yang membutuhkan dana sekitar Rp3 miliar tersebut.

Selain itu, ketua umum pembangunan masjid yakni Camat Tigaraksa yang dirotasi ke Kecamatan Balaraja, Yayat Rohiman, juga tidak pernah memberikan instruksi apapun kepada panitia pembangunan untuk merealisasikan pembaharuan masjid yang rencananya akan dibangun dua lantai itu.

“Akhirnya dua minggu lalu kami mengajukan proposal ke salah seorang donatur di Timur Tengah untuk meminta bantuan dana tapi sampai saat ini belum ada kejelasan juga,” ungkapnya kepada Redaksi24.com, Sabtu (03/08/2019).

Ia juga menjelaskan, agar aktivitas beribadah umat muslim tetap bisa berjalan, saat ini pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengalihkannya ke sebuah majelis yang ada di depan reruntuhan masjid. Hanya saja, lanjut dia, kapasitas majelis tidak cukup untuk menampung jumlah jamaah yang ingin beribadah.

“Saat ini aktifitas beribadah dialihkan ke majelis cuma tempatnya kurang besar,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tigaraksa, Achmad Yusuf Khaerudin, sangat menyayangkan lambatnya proses pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, pengurus masjid dan panitia pembangunan tidak memperhitungkan terlebih dahulu ihwal rencana pembangunannya.

“Harusnya sebelum dirobohkan para pengurus masjid bisa memperhitungkan dulu terkait tekhnis pelaksanaan pembangunan dan anggarannya,” paparnya.

Meski aktivitas beribadah masih bisa berjalan, sambungnya, namun luas majelis yang tidak begitu besar dapat menganggu kekhusyukan ibadah. Ia berharap, tak hanya jamaah di sekitar wilayah KTigaraksa, pemerintah daerah juga bisa ikut membantu agar pembangunan masjid tersebut bisa terealisasi.

“Ini juga mutlak menjadi tanggung jawab pemerintah daerah agar aktifitas beribadah bisa berjalan dengan lancar dan khusyu,” tutupnya. (Ricky/Difa)