Pembangunan Jalan Kantor Pos-Pasar Gudang Tigaraksa Senilai Rp7 Miliar Dikeluhkan Warga

  • Whatsapp
Tigaraksa
Pembangunan jalan di Tigaraksa dikeluhkan warga.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Lanjutan pembangunan jalan Kantor Pos-Pasar Gudang Tigaraksa, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, dikeluhkan warga. Pasalnya, sejak pembangunan dimulai para warga khususnya di Kampung Pabuaran RT 001, 002, 003 RW 002, kesulitan mengakses jalan lantaran tak ada jalur alternatif yang disiapkan oleh pelaksana pembangunan. 

Pembangunan jalan sepanjang 795 meter dengan lebar badan jalan 8 meter serta saluran air 2 meter kanan dan kiri itu juga, dianggap tak memperhatikan kebutuhan masyarakat hingga menyebabkan warga sempat terisolir dan tak bisa beraktifitas lantaran akses jalannya terputus. 

Bacaan Lainnya

“Pengennya sih proyek tetap berjalan tetapi ada jalur lintasan untuk masyarakat. Satu sisi kan untuk lintasan mereka, banyak kebutuhan ekonomi apalagi yang usaha, yang kerja, jadi sulit karena tidak ada jalur lain,” keluh Agus seorang pedagang dan warga Kampung Pabuaran Tigaraksa kepada Redaksi24.com, Senin (5/10/2020).

Bahkan, lanjut Agus, para pengendara yang memaksa melewati jalan harus mencari jalur alternatif lain hingga menerobos  lahan-lahan warga yang menyebabkan sejumlah fasilitas milik warga seperti pipa saluran air rusak karena terlindas kendaraan. 

BACA JUGA: Pembangunan PIK II Dan Reklamasi Teluk Jakarta Dikeluhkan Warga

“Apalagi kalau hujan pasti licin, banyak motor tidak bisa jalan karena tanah semua ke spakbor,” cetusnya 

Tak hanya itu, proyek jalan yang menelan anggaran Rp. 7 miliar yang diambil dari APBD Kabupaten Tangerang itu juga membuat omset usaha-usaha kecil milik warga turun drastis bahkan ada yang sudah tutup sementara karena sulitnya akses menuju Kampung Pabuaran. 

“Dampak ke usaha untuk belanja dan keluar susah. Supplier tidak bisa masuk sulit karena jalur terganggu. Dikasihlah untuk lintasan masyarakat, supaya aksesnya mudah ke pasar, ke balai desa,” tuturnya 

Sementara, salah seorang warga sekaligus aktivis pemuda Tigaraksa, Ricky Ferdian meminta pihak pelaksana pembangunan jalan tidak acuh dan terkesan tutup mata atas keluhan-keluhan masyarakat setempat. 

“Kami tidak ingin menghambat program pembangunan pemerintah tapi tolong keluhan warga ini bisa disikapi. Pemborongnya juga jangan cuma mau dapat proyeknya aja etika ke masyarakat juga harus diperhatikan,” tegasnya.

BACA JUGA: Banjir Lumpuhkan Kawasan Jalan Raya Serang Kabupaten Tangerang

Lurah Tigaraksa Sudrajat mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan untuk bersabar. Adapun perihal keluhan-keluhan warga akan disampaikan kepada pihak pelaksana untuk dicarikan solusinya. 

“Ini bukan berarti saya mewakili pelaksana (pemborong) yah tapi saya minta warga untuk bersabar karena pembangunan jalan ini juga kedepannya untuk kepentingan masyarakat juga,” tukasnya 

Sampai berita ini diturunkan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang Slamet Budhi belum bisa dimintai tanggapannya. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.