Pelipat Susu Pilkada Pandeglang Dibayar Rp40 per Lembar

  • Whatsapp
pilkada pandeglang, kpu pandeglang, surat suara, logistik pemilu, pandeglang,
Petugas pelipat surat suara di Gudang Logistik Pilkada Pandeglang.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Puluhan warga dilibatkan untuk melakukan pelipatan surat suara (Susu) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang 9 Desember 2020 mendatang. Warga mendapatkan upah sebesar Rp40 untuk satu lembar Susu.

Pantauan Redaksi24.com di gudang logistik KPU Pandeglang, Jalan AMD Lintas Timur, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Senin (30/11/2020), nampak puluhan warga terlibat dalam pelipatan Susu. Mereka nampak tidak ada kesulitan dalam melipat surat suara.

Bacaan Lainnya

Seorang warga pelipat surat suara, Wanti mengaku, pekerjaan melipat surat suara sudah biasa dilakukannya setiap pesta demokrasi. Untuk pekrjaannya itu, dia mendapatkan upah sebesar Rp40 untuk per lembar Susu.

“Mulai tadi dari jam 11:00 WIB, saya sudah dapat dua dus, satu dusnya 2000 surat suara. Upahnya sebesar Rp40 per lembar,” ungkap Wanti.

BACA JUGA: Jelang Pencoblosan, Semua Penyelenggara Pemilu di Pandeglang Jalani Rapid Test

Wanti mengaku tidak ada kesulitan dalam melipat Susu, karena sudah sering melakukan pelipatan Susu saat musim pemilu. “Saya suka melipat kertas, jadi sudah biasa dan tidak sulit,” katanya.

Sementara Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, untuk jumlah surat suara Pilkada Pandeglang secara keseluruhan sebanyak 928.525 termasuk cadangan 2,5 persen.

“Jumlah kebutuhan surat suara sebanyak 904.782, ditambah surat suara cadangan sebanyak 237.743,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai upah pelipatan surat suara, Sujai mengaku, sebesar Rp100 per lembar, belum termasuk logistik lainnya, mulai dari sampul dan lain sebagainya. Adapun target pelipatan ditarget tidak lebih dari tiga hari.

Ditambahkannya, logistik berupa surat suara baru diterima pukul 10:00 WIB dan langsung dilakukan proses sortir, mengingat waktu pencoblosan yang semakin dekat.

“Proses penyelesaian kami menargetkan tidak lebih dari tiga hari. Kami juga butuh waktu untuk memastikan lebih awal kaitan dengan jumlah surat suara apakah ada kekurangan atau lebih,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.