Pelatih Persib Endus Dugaan Skandal Di Balik Pembukaan Jendela Transfer

  • Whatsapp
Robert menduga ada skandal di balik jendela transfer yang seharusnya dibuka Desember
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, kepada pers di Bandung, Rabu, menyatakan pihaknya menduga ada skandal di balik jendela transfer yang seharusnya dibuka saat paruh musim atau pada Desember.

BANDUNG, REDAKSI24.COM– Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, menduga ada skandal di balik jendela transfer yang seharusnya dibuka saat paruh musim atau pada Desember.

“Ini tentunya menjadi skandal berikutnya, skandal yang terang-terangan. Ini semuanya tidak logis, sekali lagi,” ujar Robert di Bandung, Rabu.

Bacaan Lainnya

Robert menjelaskan, dalam manager meeting di Bandung mayoritas klub menolak jendela transfer dibuka lebih awal. Saat itu sebanyak delapan tim memilih tak setuju, tujuh tim setuju, dan tiga tim abstain.

Dengan demikian, lanjut Robert, seharusnya operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan berdasarkan suara terbanyak, tetapi mereka bersikap sebaliknya. Dengan keadaan seperti itu Robert menduga ada skandal di tubuh PT LIB.

BACA JUGA:Ketua Umum PSSI Janji Bantu Kuliah Pemain Tim Nasional

“Dari informasi yang saya dapat, ada tiga klub yang mencoba mengorganisir transfer window Eropa dan tiga tim ini adalah tim yang mendapat pemain Brazil yang mana semua sudah tahu tentang mereka,”bebernya.

Dia pun mempertanyakan sikap PT LIB yang melakukan voting jika hasilnya saja tak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

“Apakah logis membuka transfer window hingga Oktober, yang mana sebelumnya klub semua sepakat transfer window baru dilakukan sebelum putaran kedua yaitu pada Desember,” tuturnya.

Robert melanjutkan, “Dan ketika musim baru dimulai, yang belum tahu kapan dimulainya tahun depan, akan ada transfer window lagi (awal musim). Dengan kata lain, dalam kurun waktu tiga bulan dari sekarang akan ada dua transfer window di sepakbola Indonesia,  dan itu sangat tidak logis,” pungkasnya.

Sebelumnya, pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan, haknya memberi keleluasaan bagi klub-klub Liga 1 musim 2020 untuk mendatangkan pemain baru pada lanjutan kompetisi.

Yunus menyebut kelonggaran itu tertuang dalam regulasi terbaru Liga 1 2020 yang disusun bersama oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). “Jadi nanti ada pendaftaran baru, kami sudah serahkan regulasinya kepada LIB,” ujarnya.(Asep/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.