Pelaku Penusukan Wiranto Kerap Menolak Diajak Kerja Bakti

  • Whatsapp
kontrakan pelaku penusukan wiranto
Kontrakan pelaku penusukan Wiranto di Kampung Sawah, Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, dipasangio garis polisi.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pelaku penyerangan dan penusukan terhadap Menko Polhukam RI, Wiranto, bukan warga Pandeglang, Banten. Pelaku yang juga pasangan suami istri (Pasutri) tersebut adalah warga Medan dan istrinya warga asal Brebes, Jawa Tengah.

Di Pandeglang, pelaku penusukan tinggal di rumah kontrakan di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes. Kedua pelaku penusukan tersebut tinggal bersama 1 anak perempuannya. Warga sekitar kontrakan tempat tinggal pelaku, sempat curiga. Karena pelaku bertingkah aneh dan tidak berbaur dengan warga.

Bacaan Lainnya

Aktivitas keseharian pelaku tidak jelas, namun di depan kontrakan tempat tinggal pelaku telah terpampang plang penjualan pulsa elektrik, token listrik, jasa tiket kereta api, tiket pesawat dan Pelni.

Pelaku menempati kontrakan tersebut selama satu tahun lebih. Selama itu, pasutri itu tidak pernah bergaul dengan sesama warga kontrakan maupun warga lainnya. Salah satu tingkah aneh yang dicurigai warga, saat siang hari selalu berada di dalam kontrakan dan jarang keluar rumah, namun jika malam hari kerap keluar kontrakan.

BACA JUGA:

. Pesan Wiranto Sebelum Ditusuk, Unma Harus Cetak Mahasiswa Berkualitas

. Jualan Pulsa di Kontrakannya, Penusuk Wiranto Sering Keluar Malam

. Dikawal Brimob, Penusuk Wiranto Dibawa ke Mabes Polri

Ambeng, Ketua RW setempat mengaku sempat curiga terhadap warga barunya yang tinggal di kontrakan tersebut. Karena, kata Ambeng, orangnya tidak pernah berbaur dengan warga yang lain, baik suami maupun iatrinya.

“Mereka tidak bergaul. Bahkan kami ajak kerja bakti membersihkan lingkungan juga tidak.mau, alasannya sibuk,” ungkap Ambeng di rumah kontrakan pelaku penusukan Wiranto, tadi malam.

Anehnya lagi kata Ambeng, jika siang hari sangat jarang keluar kontrakan, namun kalau malam hari sering keluar, entah dia kerja atau apa, ia dan warga lainnyapun tidak tahu.

“Selama setahun lebih ini saya melalui RT sering meminta data kependudukannya, tapi belum sempat dikasih. Namun beberapa hari lalu baru memberikan Kartu Keluarganya, tapi KTP-nya belum,” katanya.

Lanjut RW, pelaku janjinya Hari Jum’at akan memberikan KTP kepadanya. Namun tiba-tiba ada kejadian penusukan terhadap Menteri Wiranto yang dilakukan pelaku. “Dipinta KTP susah, hanya memberikan foto copy KK,” ujarnya.

Jika dilihat dari Kartu Keluarga pelaku, tambah Ambeng, pelaku tersebut bukan asli warga Pandeglang, Banten, tapi dari luar daerah. Laki-lakinya, AS merupakan warga Medan dan perempuannya, FA warga Berebes.

“Keduanya di Menes sebagai pendatang dan tinggal di rumah kontrakan,” tandssnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.