Pelaksanaan PTM di SDN Jelupang 1 Tangsel Terjadi Kerumunan Orang Tua

oleh -
Ilustrasi: Pelaksanaan PTM di SDN Jelupang 1, Tangerang Selatan-(ist)

KOTA TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM– Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jelupang 1 di Jalan Raya Pondok Jagung, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten,  Senin (13/9/2021) mulai melaksanakan  pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. 

Pantauan di lokasi, para siswa berbaris tertib memasuki pintu gerbang sekolah dengan memakai masker. Sebelum melewati gerbang masuk mereka (siswa) terlihat diukur suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. 

Sebagian siswa datang didampingi pihak keluarga hingga ke depan gerbang masuk, tetapi ada juga yang datang sendiri. Pelaksanaan prokespun berjalan, seperti jaga jarak dan menggunakan masker untuk mengantisipasi COVID-19.

Selain itu, para siswa juga diarahkan oleh guru yang berjaga untuk mencuci tangan di tempat yang sudah tersedia. Kemudian, dipandu untuk memasuki kelas masing-masing. 

BACA JUGA: Meski Canggung Pelajar SMP di Kota Tangerang Antusias Melaksanakan PTM

Salah satu kakak dari siswa kelas 4, Inton mengaku khawatir begitu melihat banyak pengantar siswa di luar area sekolah. ” Siswa maupun orang tua yang mengantar terlihat antusias. Maklum selama ini mereka kan belajar di rumah dengan online. Tapi bila melihat yang mengantar di luar sekolah banyak merasa was-was juga,” kata dia.

Pasalnya, lanjut dia, di luar area atau gerbang sekolah  terjadi kerumunan para pengantar atau penjemput siswa, sehingga dikhawatirkan terjadi klaster baru penularan COVID-19.

Senadapula dengan Dewi, pengantar siswa lainnya. Karena itu Ia berharap pihak sekolah bisa mengantisipasi hal tersebut agar tidak terjadi kerumunan di pelaksanaan PTM.

“Pas di kelas tadi saya lihat rapi sih. Nggak penuh. Cuma setengah siswa aja. Tapi, ya itu. Diluar jangan sampai ada kaya gitu. Kan, jadi takut juga,” jelas Dewi. 

Meski demikian Dewi dan Inton mengaku tetap mendukung pelaksanaan PTM terbatas. Hanya saja, pihak sekolah harus memperhatikan terjadinya  kerumunan. “Semoga besok nggak begini lagi. Kasihan anak-anak udah pada bosen online terus,” ungkap Dewi. (RM2/Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.