Pelaksanaan PSBB di Kabupaten Tangerang Kurang Optimal, Kasus Covid-19 Terus Bertambah

  • Whatsapp
Ilustrasi Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Efektifitas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang patut dipertanyakan. Pasalnya jelang PSBB sesi ketiga yang akan dimulai besok (Senin) 18-31 Mei 2020 mendatang, angka kasus Covid-19 di wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Banten itu justru terus melonjak.

Berdasarkan data yang dilansir dari laman situs Covid-19 milik Pemkab Tangerang, sampai hari ini total keseluruhan kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang sudah mencapai 1.239 dengan rincian pasien terkonfirmasi positif 126 orang, 46 sembuh, 11 meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Sementara, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 388, proses pengawasan 291, sembuh 71, meninggal 26. Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 725, proses pemantauan 224, sembuh 501.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Komisi II, Deden Umardani mengatakan, terus melonjaknya angka Covid-19 di Kabupaten Tangerang ini menunjukan bahwa capaian dari efektifitas pelaksanaan PSBB selama ini harus dipertanyakan.

“Harusnya berbanding lurus antara hasil capaian dari PSBB ini mestinya jumlah kasusnya juga tidak terus melonjak,” ungkapnya kepada Redaksi24.com, Minggu (17/5/2020).

Deden juga melihat faktor lain dari melonjaknya angka Covid-19 di Kabupaten Tangerang, dikarenakan proses tracing dan traking pada kasus pasien positif dan PDP yang belum dilaksanakan dengan benar dan cepat.

Sehingga, lanjut Deden, pasien PDP maupun yang terkonfirmasi positif tidak cepat terdeteksi sehingga penularan oleh pasien positif di lingkungan sekitar sangat rentan terjadi.

“Ini sangat penting harus dengan gerak cepat oleh Alat Pelindung Diri bagi petugas medis harus sudah tersedia sampai tingkat puskesmas karena sudah dianggarkan sebesar 90 miliar,” kata Deden.

Terkait efektifitas pelaksanaan PSBB, Deden menambahkan, banyaknya kerumunan massa terutama pada sore hari dengan mengabaikan phsychal distancing hingga menyebabkan kemacetan di banyak titik ini juga menunjukkan jika Satpol PP, Disnakertrans dan Dishub belum bekerja dengan benar.

Menurutnya, dalam hal memperpanjang pemberlakuan PSBB Bupati Tangerang juga harus mengevaluasi dan memastikan seluruh SKPD yang diberi mandat untuk bertugas di lapangan apakah sudah benar-benar bekerja.

“Pelaksana lapangan PSBB juga harus dipastikan mau bekerja dan kerjanya benar! Jangan dibiarkan mereka terkesan abai dalam pelaksanaan tugas lapangan di massa PSBB ini,” tandasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.