Pekerja Proyek SDN Cikiruh Pandeglang Tuntut Upah

oleh -
SDN cikiruh
SDN Cikiruh, Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Upah pekerja proyek pembangunan Gedung SDN Cikiruh, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga saat ini belum dibayar pihak kontraktor sebesar sekitar Rp20 juta. Para pekerja proyek tersebut meminta pihak kontraktor segera membayarkan upah mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek Gedung SDN Cikiruh itu dipelaksanakan PT Breins Veri, dengan konsultan supervisi PT Daffa Brothers Cons. Pembangunan Gedung Sekolah tersebut satu paket dengan 22 proyek sekolah lainnya di Pandeglang.

Proyek itu dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Orasarana Permukiman Wilayah Banten, melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Banten yang menyedot APBN 2019 sebesar lebih dari Rp16 miliar.

Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku, sejak awal bekerja hingga proyek itu selesai, ia dan pekerja lainnya belum pernah diberikan upah. Karena itu, ia berharap agar pihak perusahaan segera membayarnya.

“Upah kami sampai saat ini belum dibayar. Maka dari itu, kami minta hak kami segera dipenuhi,” ungkapnya.

Kepala SDN Cikiruh, Kecamatan Cibitung, Wiryo membenarkan, jika upah para pekerja proyek tersebut belum dibayarkan pihak kontraktor. Sebab ia juga sering mendapat keluhan dari para pekerja, kalau upah belum dibayar.

“Besaran upah yang belum dibayar sekitar Rp20 juta lebih. Karena para pekerja dari awal bekerja sampai sekarang belum menerima upah sepeserpun,” kata Wiryo, melalui sambungan telepon, Minggu (26/1/2020).

Diakuinya, ia juga sempat berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk menanyakan upah para pekerja tersebut. Karena, kata dia, para pekerja selalu bertanya kepada dirinya kaitan dengan upah. Namun pihak kontraktor hanya memberikan janji-janji saja.

“Saya merasa tidak enak terhadap para pekerja. Jika upah itu tidak segera dibayarkan, saya juga khawatir para pekerja bisa-bisa bertindak menyegel sekolah,” ujarnya.

Saat apakah pembangunan tersebut sudah selesai. Wiryo mengaku, belum selesai maksimal, karena pekerjaan tinggal finishing. Namun sejak dimulainya pekerjaan sampai sekarang, para pekerja belum menerima upah.

“Bangunan belum rampung 100 persen, tapi di lokasi sudah tidak ada kegiatan lagi. Bahkan dari pihak kontraktornya juga belum ada ke lokasi,” katanya.

BACA JUGA:

. Hore, Dana Bantuan Pangan Non Tunai di Pandeglang Naik Rp40 Ribu

. Proyek Embung Desa Labuan Pandeglang Mubajir

. Baznas Pandeglang Siapkan Bantuan Bagi Keluarga Penunggu Pasien di Rumah Sakit

Saat ditanya lagi apakah Gedung SDN tersebut sudah diserahterimakan, ia mengaku belum, namun sudah digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). “Karena kami butuh, maka bangunan itu sudah kami gunakan meskipun belum diserahterimakan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, agar kontraktor segera membayarkan upah para pekerja, jangan sampai para pekerja itu dirugikan. “Intinya saya minta pihak kontraktor secepatnya membayar upah pekerja. Karena upah itu sudah menjadi hak mereka,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.