Pedagang Sapi Kurban Asal Bima Tertipu Ratusan Juta Rupiah

oleh -
Pedagang Sapi Kurban Asal Bima Tertipu Ratusan Juta Rupiah
Sunardin mengaku bersama 4 teman sesama pedagang sapi kurban merasa tertipu oleh Ahdiansah senilai lebih kurang Rp700.000.000 hasil penjualan sapi kurban.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Nasib sial dialami sejumlah pedagang sapi kurban asal Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kabupaten Tangerang, Banten. Uang hasil penjualan puluhan ekor hewan kurban diduga dibawa kabur kepala kandang.

Kepala kandang sapi kurban itu bernama Ahdiansah, yang juga berasal dari Bima NTB. Dia dipercaya sebagai pengelola keuangan penjualan sapi. Keterangan itu diutarakan Sunardin, korban sekaligus pemilik sapi yang juga penjaga kandang sapi asal Bima NTB.

Sunardin mengaku bersama 4 teman sesama pedagang sapi kurban merasa tertipu oleh Ahdiansah senilai lebih kurang Rp700.000.000 hasil penjualan sapi kurban.

“Total sapi kurban yang ada di kandang 57 ekor sapi dengan harga bervariasi, kisaran 16 juta sampai 29 juta rupiah,” ungkap Sunardi saat ditemui wartawan di kandang sapi Desa Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/7/2022).

BACA JUGA: Diminati Warga Untuk Berkurban, Sapi asal Bima Laris Manis Saat Idul Adha

Hingga kini, kata Sunardin, marketing yang juga sebagai kepala kandang sapi kurban itu, menghilang tidak diketahui dimana rimbanya.

“Puluhan ekor sapi sudah terjual semua, namun sampai sekarang kami belum terima pembayaran sepeserpun,” ujarnya sedih.

Ahadiansah, kata Sunardin, mengaku pergi ke bank untuk melakukan transaksi pembayaran sapi melalui transfer via bank.

“Kami sudah 4 hari menunggu di kandang ini, jangankan untuk kembali modal, buat makan saja kami nggak punya uang, kami minta Ahdiansah segera menyerahkan uang hasil penjualan sapi, kami masih menunggu itikad baiknya,” ujarnya seraya berencana akan melapor ke polisi.

Sunardin mengaku sudah dua kali menjadi korban penipuan orang yang sama. Tahun sebelumnya, uang penjualan sapi yang belum dibayarkan Ahdiansah sekitar Rp60 juta.

“Sekarang dia bawa kabur uang ratusan juta hasil penjualan sapi kami,” keluh Sunardin.

BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Pemprov Banten Kebut Vaksinasi Hewan Ternak

Kejadian ini mendapat perhatian serius dari sejumlah aktivis di Kabupaten Tangerang. Mereka memminta kepala kandang yang membawa kabur uang hasil penjualan sapi untuk bertanggungjawab.

“Kami prihatin dengan kejadian yang dialami saudara-saudara kita ini,” ungkap salah satu aktivis Kabupaten Tangerang, Abdul Rafid saat menemui pemilik sapi yang menjadi korban dugaan penipuan kepala kandang di Desa Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (15/7/2022).

Abdul Rafid berharap penjual bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya, mengingat kondisi pemilik sapi kurban saat ini sangat memprihatikan.

“Jangankan untuk kegiatan lain, buat makan saja mereka kesulitan, kami berharap oknum ini terbuka hatinya untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkap pria yang kerap disapa Opick ini.

Kata Opick, ketika persoalan ini dibawa ke ranah hukumkan, ia meminta penegak hukum dapat memprosesnya dengan seadil-adilnya.

“Jangan sampai hal serupa terjadi kembali di kemudian hari, dan oknum penjual itu harus bertanggungjawab, jangan sampai lari dari tanggung jawabnya, secepatnya membayar,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Advokasi Masyarakat Bima Jabodetabek, Syarifuddin Kalepe menuturkan, pihaknya telah mengawal kejadian ini sejak 4 hari lalu. Dia berharap terduga pelaku penipuan bertanggungjawab atas perbuatannya.

“Bagi keluarganya, tolong dibantu selesaikan, kalau ada niat baik, silakan komunikasi langsung, karena itu penting, mau transfer pun harus dikomunikasikan,” ungkap Syarifuddin.

Syarifuddin yang juga Sekjen Rajawali Garda Pemuda Indonesia (RGPI) menegsakan akan mengawal persoalan ini sampai tuntas, termasuk jika melalui proses hukum.

“Pasti kami akan kawal sampai tuntas,” tandas Syarifuddin Kalepe.(Burhan/Difa)