PDP di Pakuhaji Meninggal Dunia, 19 Anggota Keluarga Jalani Rapid Test

  • Whatsapp
Ilustrasi rapid test Covid-19.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Satu orang PDP Covid-19 di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan meninggal dunia. Diketahui pasien berjenis kelamin laki-laki usia 60 tahun itu meninggal pada Jumat (14/5/202) lalu di rumah sakit rujukan Covid-19 Banten.

Menindaklanjuti kejadian tersebut Puskesmas Sukawali Kecamatan Pakuhaji bersama Dinkes Kabupaten Tangerang melakukan Rapid Test kepada 19 Anggota keluarga meninggal PDP Covid-19 tersebut yang videonya sempat beredar di media sosial facebook.

Bacaan Lainnya

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi membenarkan informasi yang beredar di Media Sosial terkait 19 anggota keluarga di Desa Sukawali Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang Banten dilakukan rapid test.

“Berita yang beredar di Medsos itu benar, 19 anggota keluarga di Desa Sukawali Kecamatan Pakuhaji dilakukan rapid test oleh Puskesmas Sukawali Kecematan Pakuhaji,” ujar dr Hendra Tarmizi dalam keterangan resmi dari humas gugus tugas Covid-19 Kabuparen Tangerang, Selasa (19/5/2020).

Hendra menambahkan, rapid test tersebut untuk melakukan tracing karena ada salah satu keluarganya meninggal PDP covid-19. Dari rapid test itu, lanjutnya, pihak Puskesmas Sukawali telah melaporkan dari 19 orang keluaga korban tersebut dinyatakan reaktif sebanyak 8 orang, termasuk 2 orang balita.

“Rencana 8 orang yang reaktif akan di rawat, 4 orang termasuk balita dan ibunya di RSU Tangerang, dan 4 orang anggota lainnya di rujuk di rumah singgah penangangan covud-19 di Griya anabatic,” ujar nya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar telah menginstruksikan kepada camat Pakuhaji agar berkoordinasi dengan Puskesmas dan RSUD Pakuhaji untuk melakukan trecing rapid test dengan orang yang pernah kontak dengan almarhum covid-19 dan lingkungan keluarga pasien.

“Saya instruksikan kepada pak Camat Pakuhaji agar berkoordinasi dengan Puskesmas dan RSUD Pakuhaji untuk rapid test lagi selain 19 aggota keluarga terutama terhadap lingkunga keluarga pasien dan beberapa orang yang pernah kontak dengan almarhum,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.