PCR Swab Test Yang Disiapkan Pemkot Tangsel Pada Masyarakat Terindikasi Covid-19 Capai Rp 1 M Lebih

  • Whatsapp
Tangsel
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Tangsel, Deden Deni.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan terkait penggunaan polymerase chain reaction (PCR) swab secara massal untuk masyarakat umum.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Tangsel Deden Deni. Ia mengaku, pihaknya juga sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten terkait penggunaan PCR swab tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dinkes Provinsi Banten sudah memberikan rekomendasi ke Peneliti dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dan tinggal menunggu izin dari Kemenkes. Sebetulnya, alatnya sudah siap digunakan, tetapi harus ada izin Kemenkes karena digunakan secara publik,” kata Deden, Rabu (29/7/2020).

Nantinya, lanjut Deden, alat PCR swab tersebut akan digunakan untuk memudahkan tracking penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Tes swab menggunakan alat PCR tersebut dilaksanakan secara gratis bagi masyarakat.

BACA JUGA: Luar Biasa, Antusias Warga Tangsel Ikuti Swab Test Masal Naik 100%

“Tetapi, saat ini sebenarnya sudah bisa digunakan oleh Dinkes Tangsel dengan perhitungan 2 jam untuk 70 spesimen. Agar hasil tesnya bisa dipublis dan digunakan masyarakat umum maka harus ada izin dari Kemenkes dulu,” tambah Deden.

Meski gratis, tidak semua masyarakat bisa melakukan tes swab menggunakan alat PCR tersebut. Mereka yang melakukan tes, hanya khusus bagi yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan orang yang memiliki riwayat kontak dengan orang yang terpapar Covid-19.

“Kalau warga ada yang merasa pernah kontak dengan yang terpapar atau habis berpergian ke zona merah kalau mau di swab ya silahkan datang saja ke puskesmas. Nanti akan kita fasilitasi,” ungkap Deden.

BACA JUGA:;Dinkes Tangsel Klaim Swab Test Sudah Mencapai 10 Ribu Orang

Deden memastikan, alat PCR yang dimiliki Pemkot Tangsel berkualitas bagus berstandar Eropa. Soal anggarannya, Deden enggan menyebutkan harga dari alat PCR tersebut.

“Lebih dari Rp1 miliar, cek aja alat PCR yang kualitas Eropa pasti enggak jauh dari itulah. Yang jelas, pembelian alat tersebut sudah sesuai perencanaan anggaran dan sudah diaudit oleh BPKAD, BPK, Inspektorat bahkan Kejaksaan,” pungkasnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.