PCNU Cirebon: Penerapan Aturan Prokes Tumpul Ke Atas Tajam Ke Bawah

  • Whatsapp
PCNU Cirebon menutut Satgas Covid-19 nasiaonal terkait prokes larangan bekerumun yang tumpul ke atas
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozie (kanan) saat memberikan surat kepada Satgas COVID-19 Nasional melalui Bupati Cirebon Imron di Cirebon, Rabu (18/11/2020)

CIREBON, REDAKSI24.COM— Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menuntut keadilan kepada Satgas COVID-19 Nasional, terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) terutama larangan berkerumun di masa pandemi yang saat ini seakan tumpul ke atas tajam ke bawah.

PCNU Kabupaten Cirebon menuntut adanya perlakukan aturan yang sama dalam penerapan protokol kesehatan, tidak boleh tajam di bawah tetapi tumpul di atas,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozie di Cirebon, Kamis.

Bacaan Lainnya

Kata Aziz, melihat fenomena yang terjadi beberapa hari lalu seperti banyak orang di Jakarta berkerumun tapi aparatur negara yang masuk dalam komponen Satgas COVID-19 tidak melakukan apa pun dengan adanya peristiwa tersebut.

“Jangankan berikhtiar untuk membubarkannya, mengantisipasi saja agar tidak terjadi kerumunan massa juga sama sekali tidak dilakukannya, dan bahkan terkesan membiarkan,”tutur Aziz.

BACA JUGA:Nahdlatul Ulama Jepang Gelar “Jepang Bersholawat” Saat Peringatan HSN

Menurut Aziz dalam berikhtiar  menanggulangi wabah COVID-19, PCNU Kabupaten Cirebon juga terus memberikan arahan-arahan dalam menerapkan prokes, terlebih pada bulan Oktober yang lalu.

Karena hampir di setiap sudut kampung warga NU dan pengurus NU dari tingkat cabang sampai ke tingkat ranting atau desa juga sibuk menyelenggarakan peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi.

“Namun saat kami akan menggelar agenda besar, terpaksa harus digagalkan karena adanya larangan dari Satgas COVID-19,”jelas Aziz.

Dosebutkan, dua agenda yang digagalkan itu  yakni penyelenggaraan Maulid Nabi dengan menghadirkan Habib Syaikh Ibn Abdul Qadir Assegaf yang dinilai berpotensi menghadirkan kerumunan masa dalam jumlah ribuan.

Begitu ketatnya aparatur negara di tingkat bawah, sangat tajam dan berimplikasi terhadap beban pengurus NU untuk juga memberikan pemahaman utuh tentang penyelenggaraan kegiatan di masa pandemi terhadap warganya.

“tetapi kami dikejutkan oleh ribuan orang berkerumun, dan ironisnya berada di pusat ibukota sebagai salah satu kontributor terbesar penyebaran COVID-19,” katanya.

Untuk itu, Aziz menambahkan,  PCNU Kabupaten Cirebon menyurati Satgas COVID-19 Nasional agar dapat menerapkan hal yang sama dan berlaku adil kepada semua kalangan.(Jay De Menes/ANTARA)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.