PBB Buka Penyelidikan Kemungkinan Israel Lakukan Kejahatan Perang

oleh -
kejahatan perang israel
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuka penyelidikan terhadap kemungkinan Israel melakukan kejahatan perang selama konflik 11 hari di Gaza/Foto: Warga Palestina Shaban Esleem berada diantara reruntuhan toko bukunya yang hancur akibat serangan udara Israel, Senin (24/5/2021)/Antara.

JENEWA, REDAKSI24.COM–Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuka penyelidikan kemungkinan Israel melakukan kejahatan perang selama konflik 11 hari di Gaza dengan kelompok militan Palestina Hamas.

Pernyataan tersebut disampaikan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, di Jenewa, Kamis (27/5/2021).

Setelah hasil voting dari 47 anggota dewan, 24 negara mendukung, sembilan menentang, dan 14 negara menyatakan abstain terhadap resolusi yang diajukan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan delegasi Palestina ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pemungutan suara itu, negara-negara Eropa terpecah, dengan Austria, Inggris dan Jerman memberikan suara menentang. Prancis dan Belanda abstain.

Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB, Michelle Bachelet mengatakan bahwa serangan mematikan Israel di Gaza mungkin merupakan kejahatan perang.

Menurut Bachelet, penyelidikan independen akan memiliki mandat luas untuk menyelidiki semua dugaan pelanggaran, tidak hanya di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, tetapi juga di Israel selama permusuhan, hingga kesepakatan gencatan senjata pada 21 Mei.

Korban warga Palestina

Bachelet telah memverifikasi kematian 270 warga Palestina, termasuk 68 anak-anak, di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur, selama kekerasan bulan ini. Sebagian besar tewas di Gaza.

Sementara itu, imbuh Bachelet, Roket Hamas menewaskan 10 orang Israel dan penduduk, katanya. Otoritas Israel menyebutkan jumlah mereka yang terbunuh oleh serangan militan Palestina Hamas di Israel yaitu 13.

Dia menyebut serangan negara Zionis di Gaza menyebabkan kerusakan luas infrastruktur sipil dan korban jiwa.

“Terlepas dari klaim Israel bahwa banyak dari bangunan ini menjadi tempat kelompok bersenjata atau digunakan untuk tujuan militer, kami belum melihat bukti dalam hal ini,” kata Bachelet.

“Jika ditemukan tidak proporsional, serangan semacam itu mungkin merupakan kejahatan perang,” tambahnya.

 

Israel menolak resolusi

Israel menolak resolusi tersebut, dan mengatakan tidak akan bekerja sama.

“Keputusan memalukan hari ini adalah contoh lain dari obsesi anti-Israel Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang terang-terangan,” kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kementerian luar negeri Israel mengatakan pasukannya bertindak sesuai dengan hukum internasional, dalam membela warga negara dari tembakan roket tanpa pandang bulu dari Hamas.

Seorang juru bicara Hamas, menyebut tindakan kelompok itu sebagai perlawanan yang sah dan menyerukan langkah segera untuk menghukum Israel.

sementara sekutu utama negara Yahudi itu, Amerika Serikat, mengatakan sangat menyesalkan keputusan di forum tersebut, yang memiliki status pengamat dan tidak memiliki suara.

“Tindakan hari ini malah mengancam akan membahayakan kemajuan yang telah dibuat,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh misi AS untuk PBB di Jenewa.(ejp)

Sumber Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.