Pasca Pandemi Covid-19, Pengangguran di Banten Diprediksi Melonjak

  • Whatsapp
pengangguran
Ilustrasi - Pencari kerja di Banten diprediksi bakal meningkat pasca pandemi Covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten sampai bulan April 2020 mengalami penurunan sebanyak empat persen dari Agustus 2019. Hasil rilis April 2020, BPS mencatat TPT di Banten turun menjadi 8,7 persen, yang sebelumnya pada Agustus 2019 mencapai 8,11 persen.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, meskipun secara persentasi TPT Provinsi Banten menurunan, namun secara angka masih terhitung tertinggi dari standar angka nasional sebesar 5,28 persen.

Bacaan Lainnya

“Di Banten angka partisipasi kerjanya masih rendah, sehingga mengakibatkan pengangguran menjadi tinggi,” katanya, Rabu (6/5/2020).

Adhi melanjutkan, dilihat dari tingkat pendidikan, penyumbang TPT terbesar berasal dari lulusan SMA sebanyak 13,48 persen, yang kemudian disusul lulusan SMK sebanyak 13, 11 persen. Kondisi itu, menurut Adhi, salah satunya disebabkan faktor Pandemi Covid-19 yang masuk Indonesia sejak awal tahun.

Pada periode Januari-Februari, sebagian industri yang melakukan ekspor import barang-barang produksinya dari dan ke negara Tiongkok, sudah mengalami dampaknya, mengingat saat itu Tiongkok sudah menerapkan lockdown covid-19.

“Akhirnya stok bahan industri berkurang, sehingga terjadi pengurangan karyawan,” katanya.

Hal itu kemudian, lanjutnya, berdampak pula pada perkembangan perekonomian di Provinsi Banten yang hanya naik 3,09 persen, lebih lambat dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,45 persen.

“Saat ini dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dipengaruhi sektor usaha informasi dan komunikasi sebesar 8,70 persen, disusul jasa kesehatan dan kegiatan sosial 8,63 persen dan real estate 8,26 persen,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Alhamidi juga memprediksi angka TPT di Provinsi Banten pasca Pandemi Covid-19 bakal melonjak.

Analisa itu didasarkan pada perkembangan sebagian besar industri yang sudah banyak melakukan efesiensi karyawan guna menekan tingginya ongkos produksi.

“Hingga saat ini saja, berdasarkan data yang masuk ke kami, sudah ada 6.000 karyawan yang kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan 23.000 dirumahkan, dari sejumlah perusahaan yang ada di Cilegon dan Tangerang,” ujarnya, Rabu (6/5/2020).

Hamidi melanjutkan, sebelum terjadinya wabah Pandemi Covid-19, ada banyak perusahaan yang baru beroperasi dan banyak merekrut karyawan. Sehingga kemudian angka TPT hasil rilis dari BPS Provinsi Banten itu menunjukan penurunan sebesar empat persen.

Namun kemudian setelah pandemi covid-19 menyerang, mereka kembali merumahkan karyawannya. “Angka pengangguran akan terus bertambah sampai covid-19 berakhir. Untuk itu, sektor yang bisa digenjot adalah UMKM dari pada investasi daerah,” katanya.

Hamidi menambahkan, saat ini pihaknya fokus kepada pemberian bantuan kepada karyawan terdampak Covid-19, seperti pemberian bantuan 20.000 paket sembako bersama BPJS Ketenagakerjaan.

“Mudah-mudahan setelah covid-19 berakhir, industri yang tutup kembali buka, yang bangkrut kembali bangkit,” harapnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.