Pasca Ledakan Beirut Kemlu Perlu Pastikan Keselamatan WNI

  • Whatsapp
Beirut Porak Poranda
Suasana yang memperlihatkan lokasi pascaledakan hebat di sekitar pelabuhan Beirut, Lebanon, yang menaskan 100 dan melukai 4000 warga setempat, Rabu (5/8/2020). Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjadi penyebab insiden yang terjadi pada Selasa (04/08/2020) itu.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Insiden ledakan hebat di Pelabuhan Beirut yang menelan 100 korban tewas  dan melukai sedikitnya 4000 penduduk sekitar lokasi mendapat perhatian serius Komisi I DPR yang meminta Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) RI segera memastikan keselamatan WNI di ibu kota Lebanon itu.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyatakan turut merasakan keprihatinan atas insiden yang terjadi di Port Of Beirut pada Selasa (04/08/2020) itu. “Saya menyampaikan duka mendalam kepada para korban ledakan dahsyat di negara sahabat itu. Ini musibah yang mengguncang dunia di saat pandemi Corona belum juga reda,” jelas Kharis dalam keterangan persnya, Rabu (5/8/2020).

Bacaan Lainnya

Namun,  Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu,  meminta kepada Kemenlu RI  untuk segera mendata serta memastikan ada tidaknya  Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa itu. “Jika ada segera berikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan,”desaknya.

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan serta Kemlu, terdapat 1.234 TNI anggota kontingen Garuda yang bertugas menjaga demarkasi perbatasan antara Lebanon dan Israel serta terdapat ratusan WNI yang bekerja di kota berjuluk Paris dari Timur Tengah  itu.

“Kita berharap semoga (WNI) semuanya tidak ada disekitar ledakan, mudah-mudahan mereka  semuanya sehat wal’afiat,”ucapnya.

Selain keselamatan WNI, Kharis mengimbau Pemerintah Indonesia sebagai negara sahabat memberikan bantuan kepada Lebanon atas terjadinya musibah itu sekaligus  mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh dan serius mengingat eskalasi ledakannya begitu besar.

“Pada Selasa (4/8/2020), Perdana Menteri  Lebanon, Yang Mulia Hassan Diab mengatakan kepada media adanya 2.750 ton amonium nitrat – bahan untuk pupuk dan peledak yang disimpan di gudang yang mengakibatkan ledakan dahsyat itu. Saya pikir dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan negara Lebanon, Indonesia harus mendorong dilakukan investigasi menyeluruh, jelas dan terang sehingga dapat menjelaskan kepada masyarakat Libanon dan dunia,”pungkasnya.(Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.